Tuesday, July 10, 2018

Susu Kental Manis Tak Semanis Susu



Oleh: Yanyan Supiyanti A.Md (Pengajar di STP SD Khoiru Ummah Rancaekek dan Anggota Akademi Menulis Kreatif)


Susu Kental Manis (SKM) baru-baru ini ramai dibahas publik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan SKM tak mengandung susu. Kepala BPOM, Penny Lukito, menjelaskan alasan kenapa SKM tak layak disebut susu. Itu karena SKM hanya mengandung lemak susu minimal 8%, protein minimal 6,5%, dan tak mengandung susu sama sekali.


Tanpa padatan susu sama sekali, SKM telah berhasil "menipu" masyarakat yang justru sering menyajikan untuk anak, sebagai alternatif dari susu bubuk yang memiliki harga lebih mahal.


Melalui Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada produk susu kental dan Analognya (kategori pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran SKM, yaitu:

a. Dilarang menampilkan anak-anak berusia dibawah 5 tahun dalam bentuk apapun.

b. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan.

c. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

d. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.


Jadi ingat kisah Sayyidina Umar bin Khaththab dengan gadis penjual susu yang jujur.


Suatu malam di salah satu gubuk, seorang ibu dan anak gadisnya sedang mempersiapkan susu yang akan dijual esok harinya. Air susu kambingnya yang dihasilkan hanya sedikit, ibu itu khawatir kelaparan. Ibu itu lalu berbisik kepada anak gadisnya, untuk mencampur susu itu dengan air, supaya penghasilan mereka cepat bertambah. Tetapi anak gadisnya menolak, dengan alasan, Khalifah melarang keras semua penjual susu mencampur susu dengan air. Ia teringat sanksi yang akan dijatuhkan kepada siapa saja yang berbuat curang kepada pembeli. Hanya karena ingin mendapat keuntungan yang besar, lalu berlaku curang pada pembeli.

Ibunya mengatakan bahwa tidak akan ada yang tahu mereka mencampur susu dengan air, tidak ada yang berani keluar pada tengah malam, Khalifah Umar pun tidak akan tahu perbuatan mereka.  Anak gadis itu berkata, meskipun tidak ada seorang pun yang melihat dan mengetahui mereka mencampur susu dengan air, tapi Allah tetap melihat. Allah pasti mengetahui segala perbuatan mereka serapi apapun mereka menyembunyikannya. Gadis itu tidak mau melakukan ketidakjujuran pada waktu ramai maupun sunyi. Ia yakin, Allah tetap selalu mengawasi apa yang ia lakukan setiap saat.

Gadis itu bukan takut pada manusia, tapi takut pada Allah yang Maha Melihat. Ketaqwaanlah yang meninggikan derajat seseorang di sisi Allah.

Wallahu 'alam bishshawab.[]


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!