Monday, July 9, 2018

Sobat, Bentengi Diri dengan Ngaji



Oleh : Arinta Kumala Verdiana (Member Revowriter Surabaya)


Hebohnya topik tentang aplikasi Tik-Tok diperbincangkan di media sosial belum juga reda. Keputusan Menkominfo untuk memblokir dan membatalkan keesokan harinya semakin membuat hiruk-pikuk perbincangan tentang aplikasi alay ini.

Aplikasi ini menjadi viral karena salah seorang penggunanya yang bernama Bowo Alpenlie digemari oleh remaja secara berlebihan. Bahkan ada yang menganggap Bowo sebagai Tuhan. Meskipun bisa jadi ini hanya gurauan remaja zaman now, tapi ini sangat tidak lucu. Karena ini sudah menyangkut gurauan tentang masalah aqidah. Sangat tidak layak dan tidak pantas sekali jika masalah aqidah ini menjadi gurauan.

Ironisnya, negeri muslim terbesar ini menjadi salah satu pengguna aplikasi Tik-Tok yang terbesar di dunia. Dan kebanyakan pengguna aplikasi ini adalah anak-anak di bawah umur (Tempo. co). Generasi muda yang diharapkan menjadi tongkat estafet penerus peradaban. Yang seharusnya sibuk untuk meningkatkan kualitas diri tetapi justru larut pada aktivitas yang tidak mendidik dan tidak bermanfaat. Bahkan bisa berbahaya bagi pergaulan remaja,  terutama remaja muslim.

Seorang psikolog Ratih Zuhaqqi menuturkan  bahwa yang paling bahaya itu bisa bikin group chat yang isinya orang tidak dikenal. Dan rentang usianya beragam mulai dari yang masih muda banget sampai yang sudah remaja akhir. Setelah berkenalan dengan orang di grup tersebut, biasanya percakapan dilanjutkan dengan chat pribadi. Ratih memberikan contoh anak di bawah umur yang mengirimkan foto telanjang dada kepada orang asing yang dikenalnya melalui grup tersebut (detik.com).

Selain aplikasi Tik-Tok sebenarnya masih sangat banyak aplikasi yang serupa bahkan ada aplikasi-aplikasi yang jauh lebih berbahaya seperti aplikasi kencan atau aplikasi khusus LGBT. Merebaknya aplikasi-aplikasi yang tidak bermanfaat bahkan berbahaya yang sangat meresahkan bagi perkembangan generasi-generasi muda ini sebenarnya tidak lepas dari sistem sekuler yang dianut di negeri ini. Sistem sekuler ini menjauhkan agama dari kehidupan. Artinya tidak memberikan peran bagi agama untuk mengatur kehidupan. Ini terlihat dari tumbuh suburnya apikasi-aplikasi yang tidak mendidik generasi bahkan cenderung tidak bermanfaat dan berbahaya. Tidak ada filter dari negara untuk menyeleksi mana aplukasi yang boleh eksis mana yang tidak.

Sobat, sebagai generasi yang menjadi harapan negeri ini jangan sampai kita terikut arus yang melenakan ini. Arus yang menyeret kita pada jurang kehancuran generasi. Justru kita harus berusaha membentengi diri kita dari serangan-serangan dari produk-produk sekuler yang akan menjauhkan kita dari prestasi. Baik preatasi di dunia ataupun prestasi untuk persiapan kehidupan akhirat kita.

Kita lihat benteng dari negara sudah lemah dalam melindungi generasi. Maka saat ini mau tidak mau kita harus berusaha membentengi diri kita sendiri. Bagaimana kita membentengi diri ?. Cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri adalah dengan mengkaji Islam kaffah.

            Dengan mengkaji Islam kaffah, pertama kita akan mendapatkan penguatan akidah (keimanan) kita. Dengan keimanan yang kuat itu kita akan berusaha untuk selalu taat kepada Sang Pencipta kapanpun dan dimanapun kita berada. Meskipun saat kita sendirian tidak ada yang menyaksikan. Karena kita menyadari Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar atas setiap yang kita perbuat.

Kedua, dengan mengkaji Islam kaffah kita akan memahami syariat (aturan) Allah secara menyeluruh. Sehingga kita akan tahu mana saja aturan yang harus kita jalankan. Mana larangan yang harus kita tinggalkan. Kita akan memiliki tolok ukur atas setiap perbuatan kita yaitu halal-haram. Dengan pertimbangan tolok ukur itu kita senantiasa mengembalikan apa yang akan kita perbuat. Maka kita tidak akan sembarangan ikut-ikutan pada hal-hal yang melanggar aturan Allah. 

Jadi sobat, segera bentengi dirimu dengan mengkaji Islam kaffah. Di samping mengkaji Islam adalah memang sudah kewajiban kita sebagai seorang Muslim, mengkaji Islam akan membuat kita menjadi hamba yang dekat dengan Sang Pencipta. Jika kita sudah dekat dengan Sang Pencipta maka itulah benteng terbaik bagi seorang Muslim. Karena dia akan merasa diawasi oleh Allah (muraqqabah). Maka dia akan selalu menjaga perbuatannya. So, sobat yuk ngaji !.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!