Monday, July 9, 2018

Selalu Ada Golput


Oleh: Hilda NF


Bicara golput kita pasti teringat hasil perolehan suara yang ada dalam kegiatan pilkada kemarin yang ternyata tak luput dari angka golput yang selalu ada, masih tinggi bahkan semakin meningkat. Bahkan di sejumlah daerah ketidakhadiran peserta pemilih ke TPS hampir mencapai 40%. Di Jawa Timur misalnya, partisipasi pemilih hanya ada di angka 62,23 persen dengan margin of error 1,33 persen. Demikian juga halnya di Jabar (67,83 persen) dan Sumatera Utara (68,54 persen). Ada juga yang masih lumayan seperti di Sulawesi Selatan (74,43 persen). "Dengan margin of error yang ada, target KPU sulit terpenuhi," kata Direktur Riset Indikator Politik Indonesia Mohammad, Adam Kamil. (Jawa Pos.Com)


Fenomena golput ini salah satunya merupakan buah kesadaran masyarakat terhadap gagalnya sistem demokrasi dari hasil terselenggaranya pemilu demokrasi ini.  Fenomena ini akan terus terjadi, pasalnya peserta pemilu yang golput selain karena tidak peduli, kecewa, juga didorong ketidakpercayaan bahkan kritis terhadap para pemimpin yang ada dalam sistem kapitalis yang dilahirkan dari kegiatan pemilu dalam sistem demokrasi kapitalis. 


Bagaimana tidak, sistem demokrasi kapitalis melahirkan pemimpin yang menerapkan aturan buatan manusia yang serba kurang dan serba terbatas, sehingga hasilnya menyengsarakan manusia. Sementara aturan yang baik bagi manusia harus lahir dari yang menciptakan manusia yaitu Allah SWT, yang Maha Tahu segala hal tentang manusia.  Sehingga aturan ini akan membawa manuasia pada kemuliaan dan keselamatan. Itulah aturan Islam. Tidak ada lagi ketidakpedulian, kekecewaan, bahkan ketidakpercayaan manusia kepada pemimpinnya. 


Jadi, selama sistem yang digunakan adalah sistem demokrasi kapitalis, tidak bisa dipungkiri angka golput akan selalu ada bahkan terus meningkat.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!