Monday, July 9, 2018

Output Generasi di Ala Sistem Now


Oleh: Jasmyne Sabiya


Sebagaimana ungkapan dalam bahasa Arab, “Syubanu al-yaum rijalu al-ghaddi” (pemuda hari ini adalah tokoh pada masa yang akan datang).

Ini adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan betapa pentingnya posisi pemuda dimasa depan.


Ungkapan istimewa ini seharusnya membuat kita terdorong  untuk menjadi sosok generasi kebanggaan. Generasi yang outputnya menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat. Sehingga kita layak disebut ujung tombak menuju peradaban jaya nan gemilang. 


Semua Impossible alias mustahil apabila generasi tidak dipersiapkan sejak dini dengan aqidah Islam. pembinaan, pengajaran, hingga penyiapan pemikiran baik ruhiyah (spiritual) maupun siyasiyah (politik) adalah suatu hal yang sangat penting dalam pembentukan watak generasi berkualitas. Kontrol individu, masyarakat, hingga negara juga tidak kalah penting untuk "mengoutputkan" generasi hebat.


Semua ini membutuhkan pemimpin negara dengan Sistem yang luar biasa, dan sejarah keemasan seperti ini pun hanya pernah tercatat dalam Sistem Islam Kaffah dalam bingkai naungan Khilafah bukan yang lain. 


Output Generasi di ala Sistem Now. 


Pemimpin menjadi ujung tombak atas negara yang dikuasainya, bertanggung jawab penuh terhadap generasi yang dipimpinnya, karena keberhasilan generasi tergantung erat pada pemimpin terlebih pada Sistem yang di emban. 


Namun fakta, pemimpin di Sistem Kapitalis saat ini tidak mampu menjamin sekaligus menjadi "Junnah" bagi masyarakat. Pasalnya pemimpin disibukkan dengan dunianya, mulai dari mengejar jabatan hingga kepentingan-kepentingannya terhadap asing. 


Disisi lain, seabrek permasalahan umat tak kunjung terselesaikan, permasalahan dalam pemerintah kian terabaikan, hingga kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para penguasa menambah sempurnanya daftar permasalahan. 


Negara lalai akan kewajibannya untuk mempersiapkan generasi bangkit dengan sosok yang tangguh, juga abai dalam mempersiapkan generasi penerus pelopor perubahan menuju kegemilangan peradaban.


Negara sekuler hari ini tidak menjadikan aqidah Islam sebagai tiang dalam kehidupan. Generasi menjadi rusak, bebas tanpa aturan karna jauh dari Al-quran. Penyakit al-wahn (cinta dunia dan takut mati) terhujam. Sehingga generasi bagai buih dilautan, terjebak dalam lubang kemaksiatan, terperangkap karna lemahnya iman.


Walhasil kehancuran generasi muda harapan bangsa tinggal menunggu waktu. Semua ini karena "Sistem yang sakit". Maka wajar, outpun yang dihasilkan "generasi yang sakit".

Generasi yang terjebak pada pusaran narkoba, pergaulan bebas serta kriminalitas.


Wahai generasi,,

Campakkan Sistem Kapitalis!

Kita adalah pemimpin yang akan memimpin. Maka sudah saatnya kita bangkit, jadilah generasi pendobrak perubahan menuju penerapan Sistem Islam kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyyah.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!