Monday, July 9, 2018

Memburu Teroris Membungkam Islam Politik


 Oleh :Ummu Aaqilah

Pengasuh grup Obrolan Wanita Islami ( BROWNIS) Sidoarjo

Topik terkini yang sekaligus memecahkan ketenangan dalam masyarakat adalah perburuan teroris. Sehari - hari berita yang rutin di konsumsi masyarakat Indonesia   adalah berita tertangkapnya terduga teroris. Entah di tangkap hidup- hidup ataupun sudah dalam keadaan tertembak mati. Berita terbaru adalah kembali  Densus 88 Antiteror menembak mati dua orang terduga teroris di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat (KOMPAS.com/23/6/2018). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen ( pol) M. Iqbal menyatakan, kedua terduga teroris tersebut ditembak mati lantaran melawan dalam proses penyergapan. Mereka mengancam petugas dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api. Pada hari itu telah terjadi dua penangkapan. Menurut Iqbal, salah satu terduga teroris  berinisial MM  (38) asal Lamongan, Jawa Timur  ini adalah mantan deportan. Ia tergabung dalam kelompok JAD Bogor dan juga  memiliki tujuan dan rencana yang sama dengan dua terduga teroris lain yang sebelumnya ditembak mati yakni melakukan aksi teror saat pelaksanaam Pilkada Jabar 2018 mendatang. 

Yang menjadi pertanyaan, sekalipun pihak kepolisian mengaku sudah mengantongi data terkait sasaran penangkapan, bukankah Indonesia adalah negara hukum, mengapa begitu mudahnya menuduh seseorang menjadi teroris hanya karena penampilan luarnya ataupun karena di curigai berafiliasi dengan kelompok tertentu? Dan yang lebih miris, terduga teroris terkadang ditembak mati tanpa sidang pengadilan lebih dahulu. Kita tidak pernah tahu, apakah benar orang yang di tuduh itu benar- benar melakukan tindakan terorisme ataukah tidak.  Barang bukti yang di ajukan pihak kepolisian dan penyidik juga terkadang sesuatu yang tidak masuk akal. Salah satunya Alquran, dimana itu adalah kitab yang di sucikan kaum muslimin. Sungguh ini sudah mengarah kepada pembunuhan karakter seorang muslim yang taat dan agama Islam terkait ajaran dan simbol-simbolnya.

Penangkapan demi penangkapan terus berlangsung, di berbagai tempat hingga di pelosok negri. Opini negara berada dalam " ancaman" terorisme sedang di kerjakan oleh pihak Kepolisian atau BNPT secara masif dan terencana tanpa sekalipun memberikan pemahaman dan informasi yang benar kepada masyarakat. Sebagai akibatnya  rasa aman menjadi hilang dan langka. Setiap saat muncul rasa was-was dan ketakutan tak beralasan terutama terhadap simbol-simbol ajaran dan agama Islam. Parahnya agenda batil ini telah berhasil menjadikan  orang islam takut dengan agamanya sendiri, bahkan takut untuk menjadi taat, menjalankan semua perintahNya dan menjauhi larangannya. Mereka tak ingin menutup aurat sempurna karena itulah ciri teroris misalnya. Tak bisa di pungkiri, inilah efek yang samasekali tidak di inginkan dan berbahaya yang  ingin di munculkan oleh musuh-musuh Islam dari kaum muslim, yang kemudian dilabelilah Islam dengan istilah-istilah islam radikal, islam fundamental, islam moderat dan lain sebagainya yang itu tidak pernah ada dalam ajaran Islam.

Kaum muslim dikriminalkan hanya karena mereka taat kepada syariat Allah. Kaum muslim di distorsi, di persekusi hanya karena mereka berpolitik.  Padahal islam itu kaffah bukan saja menyangkut perkara ubudiyyah ( ibadah) namun juga perkara siyasiyah ( politik) karena makna politik dalam islam adalah upaya mengurusi urusan umat. Lantas bagaimana bisa terterapkan apa yang seharusnya di terapkan  jika kaum muslim sendiri takut kalau dirinya terlalu taat dan terikat dengan hukum syariat secara kaffah? Ini adalah bukti bahwa isu teroris masih di anggap sebagai alat efektif untuk mencegah perkembangan islam politik. Karena tak bisa di pungkiri lagi, kesadaran masyarakat tentang sebuah janji perubahan kehidupan yang lebih baik telah sedikit banyak mulai memunculkan kesadaran, meskipun belum terlalu nampak namun mulai menguat, ini bukan perkembangan yang baik bagi penguasa negri yang secara fakta berseberangan dengan  Islam meskipun mereka mayoritas muslim.  Mereka justru tunduk pada agenda kafir dengan berusaha membungkam pergerakannya, lantas salahnya di mana jika kaum muslim bergerak bangkit demi keyakinan dalam agamanya? Sebagaimana agama lain yang di lindungi di negara Indonesia ini dimana mereka juga akan menyerukan kepada pemeluknya untuk menjadi taat sesuai dengan apa yang mereka yakini. Mengapa jika islam justru di hadang? karena Islam adalah agama yang telah di  sempurnakan oleh Allah, maka kebenarannya tidak diragukan lagi. Karena ada jaminan dari Allah  jika Islam terterapkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia, menggantikan kehidupan liberalis sekulerisme saat  ini dengan kebaikan bagi seluruh alam, atau menjadi  Rahmatan lil Alamin bagi dunia dan seisinya berikut seluruh alam semesta.

Maka dari itu harus ada upaya yang masiv untuk menghalangi upaya musuh- musuh Allah dan kaum muslim terkait agenda terorisme dan radikalisme ini sekaligus juga untuk menyadarkan umat. Melalui berbagai wasilah, entah itu dari lisan para ulama, tokoh umat, media offline maupun online, masyarakat hingga penguasa untuk menjadi corong yang sama demi kebangkitan kesadaran politik umat sehingga tidak mudah di giring oleh opini-opini yang menjauhkan mereka dari islam kaffah.  Dan tidak menjadikan mereka mendua dalam tauhidnya dengan mengambil sebagian hukum Allah dan melalaikan sebagian yang lain. Harus tercipta kesadaran bahwa berbagai kedzaliman, ketidak adilan dan ketidak sejahteraan yang di alami hari ini berpangkal pada kurang tepatnya pengaturan urusan umatnya karena masih bersandar pada sekulerisme dan liberalisme.   Mari kita melihat buktinya ketika khulafaur Rasyidin yang menjadikan kekuatan tauhid mereka sehingga terbentuk peradaban yang cemerlang dan bermartabat. Hingga menjadikan Islam tersebar ke berbagai penjuru dunia,termasuk kita  hari ini bisa menerimanya. Allah menegaskan :

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32)

Wallahu a'lam biashowab





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!