Monday, July 2, 2018

Memahami Ilmu dan Sistem Ekonomi


Oleh:Indriani, SE, Ak

(Ibu Rumah Tangga, Penulis dan Pemerhati Ekonomi)

Dalam ekonomi Kapitalisme maupun Sosialisme-Komunisme, kemiskinan menjadi salah satu masalah dari sekian banyak masalah yang tidak mendapatkan solusi secara tuntas. Salah satu hal yang menjadi kesalahan fatal, semisal dalam ekonomi Kapitalisme di mana para pakar atau ahli ekonomi dalam sistem ini memandang ekonomi dengan satu pandangan, yang meliputi barang-barang ekonomi dan cara memperolehnya, tanpa memisahkan keduanya dan tanpa membedakan satu sama lain. Artinya, mereka memandang ilmu ekonomi dan sistem ekonomi dengan satu pandangan yang sama, tanpa membedakan satu dengan yang lain. Padahal ada perbedaan antara sistem ekonomi dan ilmu ekonomi.

"Sistem ekonomi menjelaskan ihwal distribusi kekayaan, kepemilikan, pengelolaan atas kekayaan dan sebagainya. Dengan demikian jelas, bahwa sistem ekonomi mengikuti pandangan hidup tertentu. Karena itu, sistem ekonomi menurut pandangan Islam tentu berbeda dengan sistem ekonomi menurut pandangan Sosialisme-Komunisme maupun Kapitalisme. Pasalnya, masing-masing sistem ekonomi tersebut mengikuti pandangan hidup ideologi tertentu.

Ini berbeda dengan ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi membahas ihwal produksi, peningkatan mutu (kualitas)-nya sekaligus bagaimana mengadakan berbagai sarana produksi dan sarana untuk meningkatkan mutu (kualitas)-nya itu. Kajian ini bersifat universal bagi semua bangsa; tidak spesifik terkait dengan ideologi tertentu, melainkan layaknya ilmu-ilmu (sains) yang lain.

Sebagai contoh, pandangan tentang kepemilikan menurut sistem ekonomi Kapitalis jelas berbeda dengan kepemilikan menurut pandangan sistem ekonomi Sosialis. Keduanya juga berbeda dengan kepemilikan menurut pandangan sistem ekonomi Islam. Adapun bagaimana cara meningkatkan kualitas produksi, ini menyangkut fakta (realitas). Pandangan terhadap masalah seperti ini bersifat ilmiah. Semua manusia memiliki pandangan yang sama dalam masalah ini, meski pemahaman ideologinya bisa berbeda-beda". (Muqoddimah Sistem Ekonomi Islam, hal: 45)

Akibat kesalahan dalam memahami masalah ilmu dan sistem ekonomi ini, maka akan berdampak pada kesalahan yang fatal dalam memandang masalah ekonomi yang dihadapi oleh tiap-tiap negara yang menerapkan sistem ekonomi Kapitalisme maupun Sosialisme-Komunisme. Dan tentu hal ini juga akan berpengaruh pada solusi yang diberikan oleh sistem tersebut pada negara-negara yang menerapkan sistem ekonomi Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme.

Berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang memandang masalah ilmu dan sistem ekonomi ini dalam dua sudut pandang yang berbeda. Dan tentu hal ini juga akan memberikan solusi yang tepat pada masalah ekonomi pada setiap wilayah yang berlindung di bawah naungan Daulah Islam. Dan memang hanya ekonomi Islam yang terbukti mampu menyejahterakan masyarakatnya. Bisa dilihat bagaimana sejarah menceritakan sosok Umar bin Abdul Aziz yang mampu mengentaskan kemiskinan dalam waktu 2 tahun, saat beliau menjabat sebagai Khalifah. Dan masih banyak contoh lainnya, di mana itu terjadi saat ekonomi yang digunakan adalah ekonomi Islam bersama-sama dengan politik Islam yang merupakan bagian dari Sistem Islam itu sendiri. Dan semua itu hanya terjadi saat SyariatNya diterapkan secara kaffah dalam sebuah institusi bernama Daulah Khilafah Islamiyah. Wallahu'alam bi shawab.





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!