Tuesday, July 3, 2018

Ketika Alam Juga Menuntut Keadilan


Oleh: Jasmyne Sabiya



Apa kabar alam saat ini?

Haruskah sedih atau tertawa?

Sangking tak percayanya melihat seluruh alam terjadi musibah, malapetaka, bencana karena amarahnya.


Sahabat..

Banjir bandang yang terjadi beberapa hari yang lalu di Banyuwangi menerjang ratusan rumah di Desa Alas Malang Kabupaten Banyuwangi pada Jumat (22/6/2018). Selain di Kecamatan Singonjuruh, Banjir juga merusak ribuan hektar sawah di Kecamatan Songgon Banyuwangi. Banjir tersebut sampai meninggalkan lumpur didalam rumah warga dan merusak aneka peralatan rumah tangga. Tentu hal ini menyisakan duka pada warga. (Sumber: detik.com)


Sahabat.. 

Sesungguhnya peristiwa semacam ini bukan lagi sesuatu yang baru dinegeri ini. Berbagai bencana silih berganti menimpa negeri ini. Dan parahnya sebagian besar bencana justru terjadi karena ulah manusia itu sendiri. 


Memanglah pantas ayat ini menjadi renungan untuk kita. Allah SWT berfirman:


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ


"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)


Peristiwa ini adalah peringatan dari Allah SWT,  karena alam menuntut keadilan. Ya, menuntut keadilannya. Keadilan agar alam semesta di lindungi, dirawat dan dijaga. Bukan justru di eksploitasi dengan tamaknya. 


Sistem kapitalisme dengan kebebasan berkepemilikan menjadikan alam meminta keadilannya. Padahal Islam adalah rahmatan Lil 'alamin, dimana dalam pandangan Islam alam wajib untuk dilindungi. Termasuk dalam pengelolaan Sumber Daya Alam,  kepemilikannya tidak boleh diserahkan kepada swasta atau individu tapi harus dikelola sepenuhnya oleh negara dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat guna untuk hajat hidup masyarakat seluruhnya sehingga terwujudlah rahmatan Lil 'alamin.


Namun fakta menunjukkan saat ini kita sangat jauh dari Rahmat itu, apa yang salah? Allah akan melimpah curahkan rahmatNya kepada seluruh alam ketika kita manusia kembali kejalan yang benar,  yaitu Al-Qur'an plus menerapkan semua aturan-aturan yang ada di dalamnya, tentu dalam bentuk syariat Islam Kaffah.


Hanya dengan syariat Islam Kaffah, manusia akan terjauh dari perbuatan-perbuatan maksiat yang merusak di muka bumi ini. Sehingga manusia pun berjalan sesuai syariatNya dan alampun berjalan sesuai aturanNya, inilah keadilan.


Berbeda dengan sistem kapitalis saat ini, yang tak mau menerapkan Islam Kaffah dan sebagian manusia lalai dengan maksiat di dalamnya sehingga mengundang azhab dari Allah.


Allah SWT berfirman:


قُلْ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَعْصِمُكُمْ مِّنَ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَ بِكُمْ سُوْٓءًا اَوْ اَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً  ۗ  وَلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا

"Katakanlah, Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu? Dan orang-orang munafik itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 17)


Sahabat.. 

Sudah saatnya kita ganti sistem kapitalis yang menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT, menuju penerapan islam kaffah dalam bingkai Khilafah islamiyyah.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!