Monday, July 2, 2018

Hijrah Lillah Tanpa Lelah


Oleh : Intan



Bicara hijrah tentu tak asing lagi di tengah kehidupan ini. Hijrah menjadi fenomena yang tak kalah saing dengan harga diskon pasaran yang terus menjamur. Hijrah terus bergulir di tengah kehidupan, bahkan banyaknya kisah hijrah para artis, anak band, bahkan genk motor yang menginspirasi banyak orang. Salah satunya yang baru-baru ini menginspirasi banyak orang yaitu hijrahnya almarhum ustad kang Hari Moekti. Yang dahulunya beliau seorang penyanyi terkenal di era 80an namun ketika mengenal Islam kaffah maka kehidupannya berubah drastis, semua ke artisannya di tinggal bahkan bayaran yang miliyaranpun di tolak.



Hijrah bukan hanya perkara berubah sekedar penampilan, pekerjaan dan gaya hidup. Tapi hijrah haruslah di dasari karena meyakini apa yang telah di lakukan selama ini adalah perkara yang terlarang, sehingga berupaya ingin hijrah dengan menggantikan pemikiran yang salah menjadi pemikiran yang benar dan tinggi. 


Pemikiran yang benar tak akan mudah kita dapati tanpa mengkaji Islam secara menyeluruh. Karena setiap hasil pasti melewati proses yang panjang dan berliku. Hijrah memang berat, tapi lebih berat lagi ketika menjaga ke istiqomahan pasca hijrah, ujian datang silih berganti, menggoda keimanan yang kadang masih naik turun.



Hijrah itu butuh asas/landasan, karena ketika hijrah hanya sekedar ingin dan ikut-ikutan maka hijrah hanya sebagai singgahan dan tak akan bertahan, yang  ada hanyalah lelah. Berkorban tentu pasti, tapi bukan pengorbanan yang biasa. Agar benar-benar tercapai hijrah yang Lillah maka dasarnya harus kokoh dan kuat. Maka semua dasar itu hanyalah murni berasal dari aturan Allah semata. 


Sebelum terlambat mari kita renungi hadist Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam, “Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia.” (HR Bukhari dan Muslim).


Rasul mulia shalallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda, “Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia.” (HR Bukhari dan Muslim)


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!