Saturday, July 7, 2018

Generasi Tik Tok Krisis Aqidah



Oleh: Murlianti


Setelah fenomena Dilan, kini gantian fenomena Bowo "Alpenlieble" yang menduduki ranting atas menggemparkan dunia dikalangan pemuda. Dengan aplikasi Tik Tok yang digunakan, hanya dengan bermodal lipsinc lagu dan bergoyang Bowo menjadi terkenal seperti halnya artis papan atas. Remaja yang baru berusia 13 tahun ini ternyata mempunyai lebih dari 700.000 follower dan lebih 200.000 penggemar. Wow, sampai-sampai dia mengadakan acara meet and great dengan penggemar seperti halnya artis ternama. Dengan HTM ( Harga Tiket Masuk) 80-100 ribu untuk bertemu dan foto bareng. Akan tetapi, ada sebagian orang tua penggemar yang merasa kecewa dengan Bowo lantaran anaknya tega mencuri uang demi bertemu dengan idolanya. Selain itu ada juga yang rela menjual ginjalnya demi bertemu Bowo. Lebih parah lagi, penggemarnya ada yang ngajakin buat agama baru dengan Bowo sebagai Tuhannya Tik Tok. Naudzubillahimindzalik.... Maka dari itu, menurut wakil ketua Komisi VIII DPR mengusulkan untuk menyisir aplikasi Tik Tok ini dengan alasan  jika ada konten negatif yang tidak pantas tersebar, melihat aplikasi ini banyak digunakan kalangan muda dan anak-anak.


Di era sekarang ini, memang banyak virus-virus yang melanda kalangan remaja dan pemuda yang menyebabkan krisis identitas dan aqidah. Dengan begitu kalangan pemuda tidak akan lagi menjadi generasi cerdas dan kritis terutama dalam masalah politik. Mereka tidak akan lagi respect dengan urusan politik dan kehidupan jika aqidah pemuda khususnya muslim menjadi melemah. Dengan begitu mereka mudah untuk digiring kepada suatu kemaksiatan dan perbuatan sia-sia. Tidak lupa pula virus fun, food and fashion menjadi pelengkapnya untuk merusak dan melemahkan generasi Islam. Kita lihat saja dengan halnya penggemar Bowo. Jika generasi yang benar dan kuat akidahnya ia pasti tidak akan mengidolakan artis Tik Tok tersebut dan mengganggapnya sebagai Tuhan., karena dia tahu yang pantas menjadi Tuhan adalah Allah SWT dan yang pantas menjadi idola hanyalah Rasulullah Saw. Generasi yang benar dan kuat aqidahnya, ia tidak akan mudah tergelincir dengan fenomena-fenomena menyesatkan.


Selain itu, kebebasan juga dihembuskan dan  berperan aktif dalam mengerdilkan aqidah Islam generasi muda. Dengan jaminan kebebasan HAM oleh negara, hal ini akan dijadikan senjata bagi mereka yang cinta kebebasan. Contohnya, berekspresi sesuka hati di aplikasi Tik Tok dan mempostingnya tanpa melihat apakah hal itu pantas ditonton atau tidak. Padahal dalam Islam, kita harus menjaga pergaulan, aurat, dan etika kita dihadapan khalayak ramai. Bahkan suara pun juga harus dijaga. Jika saja seseorang memposting ekspresi diaplikasi Tik Tok, itu artinya ia telah mempublikasikan diri dan suaranya dihadapan banyak orang meski tidak bisa bertemu langsung dengan penontonnya. Akan tetapi hal itu bisa ditonton banyak orang. Tentu dalam Islam  hal ini perlu dicermati bagaimana hukumnya, diperbolehkan atau tidak. Belum lagi lagu-lagu yang menjadi pilihan. Jika yang dihasilkan adalah kemaksiatan maka hal ini harus dijauhi. Jika tetap digunakan maka akan menjadikan investasi dosa bagi.


Adapun paham sekulerisme juga ikut andil dalam mengikis akidah Islam di benak generasi muda. Dengan paham pemisahan antara urusan agama dan kehidupan, remaja sekarang ini memisah-misahkan antara urusan agama dan kehidupan. Akhirnya yang terbentuk adalah generasi abu-abu yang fanatik buta. Ibadah jalan, maksiat juga jalan. Lebih parah lagi generasi yang maksiatnya jalan terus sedangkan  ibadahnya tidak jalan. Naudzubillahimindzalik.

Di era sistem Kapitalisme ini memang virus-virus tersebut selalu ditancapkan dalam benak generasi muda supaya generasi sekarang ini tidak sesuai jati dirinya sebagai Agen of Change (Agen Perubahan). Makanya kita tidak heran jika kita dapati kebanyakan remaja yang orientasi hidupnya untuk mengejar kesenangan semata dan hidup hura-hura. Jangankan menjadi remaja yang bertakwa, mengetahui tujuan hidup ini saja tidak. Astagfirullahaladhiiim...

Lalu apa yang harus dilakukan remaja agar aqidahnya kuat dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah? Tidak ada jalan lain kecuali remaja kembali kepada Islam. Datang dalam forum kajian-kajian Islam, halaqah-halaqah Islam dan bergaul dengan orang yang berkepribadian Islam. Selain itu ilmu-ilmu Islam harus diimplementasikan dalam kehidupan dan jangan lupa  setelahnya harus bisa istiqomah di jalan Islam. InsyaAllah dengan langkah-langkah tersebut generasi muda akan kembali bangkit sebagaimana fungsinya sebagai Agen of Change.


Wallahu a'lam bish showab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!