Friday, July 6, 2018

Berulang Karam, Antara Takdir Tuhan atau Amanah Yang Terabaikan 


Oleh : Kaelani Dewi 

( Komunitas Akademi Menulis Kreatif )


Belum reda rasa pilu di relung kalbu atas peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun beserta 189 penumpang di Danau Toba Sumatra Utara pada 18 Juni lalu, kini tragedi pelayaran terulang lagi. 3 Juli 2018, sebanyak 25 penumpang KM Lestari Maju meregang nyawa di perairan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, karena kapal yang ditumpanginya bocor, kemudian miring dan kandas. ( Jawa Pos, 4 Juli 2018 ).

Tragisnya, tragedi di perairan Pulau Selayar terjadi karena kapal tak laik beroperasi. Kapal tersebut tak memiliki sertifikat operasional untuk mengangkut penumpang. Karena kapal tersebut adalah jenis kapal barang yang dimodifikasi untuk mengangkut penumpang. Bahkan dikabarkan, meskipun telah dimodifikasi, kapal tersebut tetap tak laik beroperasi. Namun petugas syahbandar setempat mengatakan bahwa cuaca buruklah penyebab kecelakaan tersebut.

Semua tentu bertanya-tanya, bagaimana mungkin kapal yang tak memiliki ijin laik operasi bisa beroperasi ?,bukankah ini sebuah bukti lemahnya pengawasaan dari pihak yang terkait. 

Kesedihan tersebab kehilangan orang-orang tercinta secara tiba-tiba memang wajib untuk kita terima. Karena terputusnya ajal adalah sebuah ketetapan dari Allah SWT yang tak bisa dicegah. Kita sebagai manusia tak punya kuasa untuk mempercepat atau menundanya barang sedetikpun.

Tapi bagaimana jika hal  tersebut ada campur tangan dan kontribusi kelalaian manusia. Semisal menaikkan penumpang diluar batas ambang yang diijinkan. Atau memaksakan untuk tetap mengoperasikan kapal yang tak laik jalan.

Tentunya akan jadi berbeda sudut pandangnya jika semua pengawasan terhadap layak atau tidaknya kapal untuk dioperasikan telah dilakukan, namun ditengah perjalanan cuaca buruk tiba-tiba menghadang atau lambung kapal tergores karang, kemudian bocor dan karam.

Sampai pada titik ini, mari kita jernih menyikapi dan menilai. Cukupkah kita hanya berhenti dengan mengatakan bahwa semua tragedi pelayaran yang berulang ini hanya sebatas takdir Tuhan, atau karna sebuah amanah yang terabaikan.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!