Saturday, June 2, 2018

Yuk Hijrah Kaffah..!


Oleh : Tuti Rahmayani, dr

praktisi kesehatan di Surabaya


Sobat, momen Ramadan pas buat kita berubah lebih baik. Karena di bulan berkah ini, setiap amalan kebaikan dilipatgandakan. Dan pastinya menggiurkan buat semua yang menapaki jalan hijrah. 


Ramadan, Bulan Menggapai Takwa


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)


Amalan puasa akan menghasilkan buah yakni takwa. Apa qtakwa itu? Takwa adalah bukti nyata pengakuan dari lafadz syahadat yang kita ikrarkan. Kita bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan nabi Muhammad saw adalah benar rasul Allah. Inilah pokok keimanan yang melandasi setiap perbuatan kita. Sadar posisi sebagai hamba, tentu semakin menguatkan kepasrahan kita untuk taat seutuhnya kepada Zat yang Maha Segalanya. Langsung sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat). Dah seperti ini belum ya..


Allah SWT menurunkan Al Quran di bulan Ramadan adalah sebagai mukjizat bagi rosul Muhammad saw. Sebagaimana dalam ayat:


“Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah: 185)


Nah, bagi kita, Al Quran sejatinya adalah petunjuk hidup. Bukan sekedar dibaca dan dikhatamkan. Tapi menuntut untuk juga dipahami, diamalkan dan didakwahkan. 


Apa isi Al Quran? Al Quran terbagi menjadi dua bagian. Yakni khabar dan khithab. Khabar artinya cerita-cerita, baik kisah nabi terdahulu, maupun gambaran hari kiamat yang akan datang. Termasuk surga dan neraka. Sikap kita terhadap khabar adalah mengimani bahwa semua informasi tadi benar adanya dari Allah SWT, Sang Pencipta. Sebagai bagian dari keimanan kita. 


Adapun khithab (seruan), maka ia terbagi menjadi dua bagian juga. Pertama seruan melakukan misal di ayat:


“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”

(QS Al Baqarah : 110)


“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS Al Ahzab: 59). 



Ada pula seruan untuk meninggalkan. Misal di ayat:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra: 32).


Hijrah, kaffah dan Istiqomah


Selain itu, Islam juga memerintahkan kita untuk berislam secara kaffah. Seperti disebutkan dalam ayat:


“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208)


Islam juga mengancam bagi siapa saja yang mengambil sebagian ayat dan meninggalkan ayat yang lain. Ini tercantum dalam ayat:


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS An Nisa: 150-151).


Karenanya, tak cukup berhijrah sekedar berpakaian hijab syar'i. Namun juga harus menghiasi diri dengan akhlak baik, misal jujur, amanah, tidak molor bila janjian, memghormati orang tua dan menyayangi yang muda, peduli terhadap sesama, saling berbagi dsb. 


Juga harus melakukan muamalah yang syar'i, misalnya menghindari akad ribawi atau akad-akad lain yang batil menurut Islam. 


Di saat yang sama, Islam juga mewajibkan berdakwah, amar ma'ruf nahi mungkar. Maka ini pun juga menjadi target yang harus dikerjakan dalam proyek hijrah kita. 


Dengan demikian, niatan kita untuk berhijrah di jalan Allah, sudah pasti menuntut kita untuk terus mengkaji agar memgetahui kesempurnaan Islam dan syariatnya. Agar kita bisa lebih memahami petunjuk hidup dan istiqomah dalam menjalankan syariat. Sehingga bisa meraih kemuliaan hidup dunia akhirat. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!