Friday, June 8, 2018

Yang Dulu Tenggelam, Kini Terbit Kembali


Oleh : Aisyahtini Lubna Naimah (Member Akademi Menulis Kreatif)


Salah satu hal yang lagi "booming" dikalangan remaja kini adalah musik K-pop. Tapi akhir-akhir ini ada suatu sholawat yang dipopulerkan oleh salah satu kelompok gambus yang sempat viral di jagad permusikan kini. Nah, tapi pada tau gak kalian gays apa sih itu sholawat? Apa hanya ada dijaman Nabi Muhammad SAW?  Makna Shalawat itu  bentuk jamak dari kata salla atau salat yang berarti: doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Arti bershalawat dapat dilihat dari pelakunya. Jika shalawat itu datangnya dari Allah Swt. berarti memberi rahmat kepada makhluk. Shalawat dari malaikat berarti memberikan ampunan. Sedangkan shalawat dari orang-orang mukmin berarti suatu doa agar Allah Swt. memberi rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya.


Shalawat juga berarti doa, baik untuk diri sendiri, orang banyak atau kepentingan bersama. Sedangkan shalawat sebagai ibadah ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt., serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad Saw., bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan). Oits, bagaimana hukum ber-shalawat? Hukum Bershalawat menurut para ulama berbeda pendapat tentang perintah yang dikandung oleh ayat “Shallû ‘Alayhi wa Sallimû Taslîmân = bershalawatlah kamu untuknya dan bersalamlah kamu kepadanya,” apakah untuk sunnat apakah untuk wajib. Kemudian apakah shalawat itu fardlu ‘ain ataukah fardlu kifayah. Kemudian apakah membaca shalawat itu setiap kita mendengar orang menyebut namanya ataukah tidak. Asy-Syâfi’i berpendapat bahwa bershalawat di dalam duduk akhir di dalam sembahyang, hukumnya fardlu. Jumhur ulama berpendapat bahwa shalawat itu adalah sunnah.


Nah gays, salah satu yang paling digandrungi remaja jaman now yang berjudul "Deen Assalam". Lagu ini menceritakan tentang mengajak seseorang untuk menyebarkan cintah dan kasih sayang yang tulus terhadap sesama manusia, dan mengajak seseorang untuk bertoleransi, berperilaku yang baik, membuat perdamaian, dan juga untuk memberitahukan bahwa islam adalah agama perdamaian. Salah satu liriknya yaitu 

ااَنْشُرُوْا بَيْنِ الاَنَامْ هَذَا هُوْا ديْنَ السَّلَامْ 

ansyuru bainil anam hadahu din assalam. Yang memiliki terjemahan dengan cinta dan senyuman sebarkanlah diantara insan, inilah islam Agama Perdamaian.


Nah gays, shalawat itu menyatakan agama perdamaian ialah Islam. Dan islam pun tak pernah mengajarkan kekerasan ya sob, seperti stigmatisasi negatif yang ditujukan kepada umat Islam hari ini dengan "pelabelan" teroris. Pada percaya emang kalian gays Islam mengajarkan kekerasan? Mana ada Al-qur'an, Hadist(sunnah), Qiyas, dan Ijma' Sahabat yang mengajarkan tindakan hal buruk tersebut? Jawabannya tidak. Islam sungguh melaknat tindakan keji tersebut. Seperti  Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32)


Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman yang berat. Mereka inilah yang disebut dengan orang berbuat kerusakan di muka bumi seperti halnya para penyamun atau tukang begal. Mereka akan dikenai hukuman yang berat supaya tindakan jahat tidak lagi berulang, juga untuk menjaga harta, darah dan kehormatan orang lain. Tentang orang semacam ini disebutkan dalam ayat,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33).


Kita sebagai pemuda/i islam yang mustanir seharusnya lebih smart dan tak mudah terhanyut oleh isu yang ada. Pada jaman akhir kini shalawat terkesan suatu hal yang dilakukan oleh orang tua yaa. Tapi jangan salah.  Kita sebagai seorang generasi milenia harus selalu mengingat Allah Azza Wa'jalla.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!