Saturday, June 30, 2018

Waspada Zona Nyaman Dalam Dakwah


Oleh: Farhah Aafiyah


Dakwah adalah aktivitas utama. Para nabi dan rasul pun menjadikan dakwah sebagai aktivitas utama. Bahkan para ulama menempatkan dakwah sebagai mahkota kewajiban. 


Dakwah adalah aktivitas mulia dihadapan Allah SWT yang diwajibkan secara syar'i bagi umat Islam baik Muslim atau Muslimah. 


Dakwah itu ibarat darah dalam tubuh manusia. Dia harus terus mengalir, dan tidak boleh berhenti, walaupun sesaat. Berhenti aliran darah pertanda kematian telah tiba. Oleh karena itu, dakwah harus tetap bergerak dan hidup. Dengan dakwah manusia mengenal Rabb-nya,  mengetahui syariat-Nya dan dengan dakwah mengetahui jalan hidup yang sohih, sehingga hidup tetap dalam ridho-Nya. 


Ruh dakwah adalah perubahan. Mengubah kondisi buruk menjadi baik dari sesat menjadi petunjuk, dari kufur menjadi Islam, dari kondisi baik,  menjadi lebih baik. Ruh dakwah ini tidak akan ada jika para pengemban dakwahnya menderita penyakit sebagai berikut:


Pertama penyakit TIPUS (tidak punya selera) pengemban dakwah tidak boleh nyaman dengan penyakit ini karena pengemban dakwah yang menderita penyakit ini akan menganggap dakwah seperti menu makanan,  saat lagi doyan, baru mau bergerak. Bahkan dakwah hanya dilakukan saat waktu luang.


Ke-dua penyakit MUAL (mutu amat lemah), seorang pengenmban dakwah adalah pejuang revolusi yang menjadi tempat umat bertanya dan mencari solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Oleh karena itu,  pengemban dakwah harus memaksakan diri untuk meningkatkan pemahamannya sehingga kualitas pemahamannya bermutu tinggi dan memiliki strategi jitu menyelesaikan persoalan umat.


Ke-tiga penyakit KUDIS ( kurang disiplin. Datang paling lambat,  pulang paling cepat, jika penyakit ini diderita, pengemban dakwah akan binasa dalam arus kehidupan yang tidak mengenal belas kasihan. Imam syafi'i berkata,  "bukan kematian  yang kutakuti,  tapi menyia-nyiakan waktu yang kutakuti. Karena kematian hanya memutuskanku dengan dunia. Tapi,  menyia-nyiakan waktu memutuskanku dengan Allah dan Surga-Nya". 


Sudah saatnya pengemban dakwah memaksakan diri keluar dari penyakit zona nyaman yang disebutkan di atas. Pengemban dakwah harus memiliki sikap ikhlas,  sabar dan Istiqomah dalam mengemban dakwah.

Semoga perjuangan kita diberkahi Allah SWT. Allahu Akbar!


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!