Saturday, June 2, 2018

Waspada : Remaja Dalam Cengkeraman Sekulerisme


Oleh : Rindoe Arrayah


       Memang tidak bisa dipungkiri fakta kerusakan perilaku remaja saat ini sungguh mengiris hati. Bahkan, tanpa rasa malu diantara mereka ada yang dengan sengaja merekam perilaku rusaknya yang kemudian disebar tanpa rasa bersalah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tak lain dan tak bukan karena sistem kehidupan sekuler telah mengikis jati diri mereka sebagai seorang muslim.


Menurut data proyeksi penduduk tahun 2014, jumlah remaja mencapai sekitar 65 juta jiwa atau 25 persen dari p255 juta jiwa penduduk Indonesia (Bareskrim.com, 21/6/2015). Melihat prosentase jumlah remaja, populasinya sangat besar di Indonesia. Sangat disayangkan jika potensi mereka terbuang pada aktifitas yang sia-sia. 


Populasi jumlah remaja yang mencapai puluhan juta terkena dampak dari rusaknya sekulerisme yang diterapkan oleh negara. Banyak kasus miris yang menimpa remaja saat ini. Pada tahun 2017 pengguna narkoba di kalangan remaja/pelajar dan mahasiswa meningkat menjadi sekitar 27,32 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Angka tersebut disinyalir akan meningkat kembali karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru (Republika.co.id, 30/10/2017)


Selain kasus LGBT, masalah seks bebas di kalangan remaja Indonesia juga sangat mengkhawatirkan di sepanjang tahun 2017. Masalah seks bebas ini kian mengkhawatirkan karena makin banyak jumlah bayi yang baru dilahirkan dibuang di jalanan. 


Indonesia Police Watch (IPW) mencatat, di sepanjang tahun 2017 ada 178 bayi baru dilahirkan dibuang di jalan. Jumlah ini naik 90 kasus dibanding tahun 2016, yang ada 88 bayi yang dibuang (Pos sore, 8/1/2018).


Suguhan sinetron bergenre remaja yang berkutat pada masalah percintaan dengan berbagai problematika yang  selalu mengarah pada pergaulan bebas banyak dijadikan acuan para remaja untuk melakukan hal yang sama. Tidak cukup hanya sinetron saja, beberapa film bergenre remaja keluaran terbaru beberapa waktu yang lalu tiketnya diserbu para remaja yang merasa gak gaul jika tidak ikut serta menyaksikan pemutarannya. 


Bisa dibilang hampir semua remaja punya gagdet yang bisa digunakan untuk selfie maupun membuat video. Tanpa rasa malu lagi mereka mengunggah foto-foto maupun video mesranya di media sosial. 


Bahaya Sekulerisme


       Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Paham yang sangat berbahaya ini telah merasuki kalangan remaja melalui berbagai sisi. Sehingga tanpa disadari, para remaja sebenarnya terbawa oleh fatamorgana indahnya sebuah gaya hidup yang penuh dengan tipu daya agar remaja tenggelam dalam berbagai macam kemaksiatan yang sengaja dicipta oleh kaum kafir untuk menjauhkan remaja dari nilai-nilai Islam.


Kaum kafir tiada henti menyebarkan sekulerisme agar identitas keislaman yang seharusnya melekat pada diri remaja menjadi hilang dan mengekor pada budaya Barat yang sekuleristik. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam QS. Al Baqarah ayat 120 yang artinya, "Dan tidak akan pernah ridho orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah."


Pemuda Dambaan Umat


       Masa remaja disebut juga masa muda manusia. Banyak didapati kisah dalam Al Qur'an yang menceritakan tentang pemuda. Bahkan, para nabi dan rasul kesemuanya terpilih dari kalangan pemuda. Berkata Ibnu Abbas r.a: "Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda. Begitu pula tidak seorang alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia dari kalangan pemuda."

Kemudian Ibnu Abbas membaca QS Al Anbiya' ayat 60 yang artinya, " Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim."


Allah Ta'ala mengabadikan kisah para pemuda dalam Al Qur'an,  yaitu Ashabul Kahfi yang tergolong sebagai pengikut nabi Isa as adalah sekelompok pemuda yang menolak kembali pada agama nenek moyangnya.


Baginda Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul tatkala berusia 40 tahun. Para pengikut beliau yang terkategori generasi awal yang masuk Islam kebanyakan juga dari kalangan pemuda, bahkan ada yang masih belia. Usia para pemuda Islam yang dibina pertama kali oleh Rasulullah SAW di Darul Arqam pada tahap pengkaderan diantaranya adalah: Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin al-'Awwam, 8 tahun. Thalhah bin Ubaidillah, 11 tahun. Arqam bin Abil Arqam, 12 tahun. Abdullah bin Mas'ud, 14 tahun. Sa'ad bin Abi Waqqas, 17 tahun. Ja'far bin Abi Thalib, 18 tahun. Qudamah bin Abi Mazh'un, 19 tahun. Said bin Zaid dan Shuhaib ar-Rumi, di bawah 20 tahun. Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan dan Khabab bin al-Art, sekitar 20 tahun. Mushab bin Umair, 24 tahun. Abdullah bin al-Jahsy, 25 tahun. Umar bin al-Khattab, 26 tahun dan seterusnya. Tidak cukup hanya ini saja, masih banyak lagi ratusan ribu lainnya yang turut serta berjuang bersama Rasulullah SAW ataupun sesudahnya, seluruhnya dari kalangan pemuda.


Tak bisa diingkari, peran pemuda begitu besar dalam kemajuan Islam pada masa lalu. Pun begitu dengan masa depan tidak akan pernah lepas dari peran pemuda Islam. Para pemudalah yang memilki daya juang tinggi, sehingga risalah Islam bisa tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Bahkan suatu saat nanti kita yakin bahwa Islam akan meliputi seluruh daratan Timur dan Barat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sungguh Allah SWT telah melipat bumi ini untukku sehingga aku melihat ufuk Timur dan Baratnya. Sungguh kekuasaan umatku akan meliputi apa yang telah dilipat untukku dari bumi ini." ( HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).


Wahai pemuda, sudah saatnya campakkan sekulerisme dari kehidupan. Gantilah dengan syari'at Islam. Jadilah dambaan umat yang kelak membelah masa untuk menguasai dunia mengantarkan kembali Islam berjaya.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!