Friday, June 8, 2018

Utang Penghancur Negara


Oleh: Ummu Ridho, S.Pd


Negara berhutang ke negara lain dengan tujuan untuk membiayai pembangunan/kebutuhan lainnya termasuk langkah berbahaya. Terlebih lagi utang di sistem kapitalis berbasis riba. Artinya, ketika satu tawaran utang diterima, maka tidak akan bisa lepas sampai kapanpun.

Utang digunakan oleh negara pemberi utang sebagai alat menjajah yg menghilangkan kemandirian suatu negara. Karenanya, utang ke negara lain hendaknya dihentikan dan fokus berbenah diri dengan solusi selain utang. Utang bukan solusi untuk negara ini menuju kemajuan tapi semakin nampak menghasilkan kehancuran negara ini.

Solusi tepat untuk keluar dari jerat utang yakni segera melakukan revolusi sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi islam. Langkah tersebut harus membutuhkan sistem Islam kaffah dalam bingkai Khilafah rasyidah ala minhaj nubuwwah.

Dalam sistem islam, negara tidak perlu dan tidak boleh utang. Dalam rentang peradaban Islam 13 abad lebih, hanya 2 kali mengalami defisit APBN. 

- Masa Ibn Furad karena banyak pejabat korupsi, APBN mengalami kollaps di akhir masa Utsmani karena terjerat bujuk rayu menerima utang Perancis dan lainnya. 

- Masa Rasul, karena harta Baitul Mal masih sedikit, maka Baitul Mal mengalami defisit dan ditutup dengan berhutang kepada rakyatnya sendiri. Semua lunas pasca Fathu Makkah (kurang dari 1 tahun). 

Adapun defisit di masa Ibn Furad juga diselesaikan dengan mengembalikan semua aturan negara sesuai Syariat Islam. 

Inilah saatnya bagi kita untuk segera memilih solusi islam kaffah. Bukan sebatas bebas utang berbasis riba, tetapi negara akan penuh barokah karena menerapkan islam kaffah dalam segala bidang kehidupan.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!