Monday, June 4, 2018

Ternyata Kita Bisa Loh!


Oleh: Khairun Nikmah, S. Pd


Memasuki Ramadan semua senang. Senang karena bakalan banyak macam jajanan. Senang karena suasana berbeda. Senang karena pintu ampunan terbuka lebar. Senang karena berlipat gandanya pahala amalan wajib. Senang karena THR cuma ada dibulan ini. Dan rasa senang lainya.


Persiapan disiapkan sebaik-baiknya. Dengan perencanaan dan targetan. Akan bukber dimana. Persiapan menu berbuka dan sahur selama Ramadan. Targetan ibadah apa. Persediaan kurma. Menyiapkan perlengkapan sholat. Dan lain sebagainnya.


Kita jalankan puasa dengan senang. Tidak ada makan dan minum sejak terbitnya fajar hingga waktu berbuka tiba. Baca alquran jadi sering. Menjaga perkataan dan perbuatan. Mengikuti kajian keislaman. Menjalankan sholat tarawih, dhuha, tahajjud dan witir. Serta kegiatan positif lainnya.


Makan dan minum adalah hal yang mubah, menjadi haram bila makan dan minum disiang hari bagi yang berpuasa. Ternyata kita bisa loh jalankan perintah Allah yang ini. Kita tahan tidak makan apapun sampai waktu berbuka. Memang akan banyak godaan yang kita dapatkan, seperti iklan makanan dan minuman yang menggoda selera. Penciuman yang tajam saat ada aroma makanan yang datang entah darimana. Penjual-penjual takjil dipinggir jalan yang serasa memanggil kita. Semua ujian ini bisa dilalui sampai adzan magrib.


Di bulan lain terkadang tidak sempat membuka alquran. Atau sempat membaca tapi hanya sedikit. Namun saat dibulan Ramadan terjadi kemajuan dalam membaca alquran. Membaca alquran menjadi aktifitas yang harus dilakukan. Bahkan banyak yang khatam alquran. Dan ternyata kita bisa loh. Walaupun aktifitas ini juga banyak ujiannya, seperti hp serasa memanggil untuk dibuka juga.


"Sttt, kita lagi puasa, tak boleh gosip"

"Hus tak boleh ngomong jorok, puasa"

Subhanallah lisan dan perbuatan menjadi terjaga. Tidak hanya itu, terkadang juga menasehati teman agar menjadi terjaga juga. Nah ternyata kita bisa loh. Suasana Ramadan memunculkan semacam alat filter dalam diri.


Biasanya sholat 4 rakaat aja lelah, tapi saat Ramadan mampu kerjakan tarawih sebanyak 11 rakaat atau 23 rakaat. Biasanya tak sempat dhuha dan tahajjud, tapi kali ini waktunya ditungu-tunggu. Masya Allah semacam ada mesin pendongkrak yang mampu membuat kita semangat beribadah. Wah ternyata kita bisa loh.


Apa yang Allah berikan kepada kita, kita pasti sanggup manjalankannya. Allah maha tahu segalanya. Allah pencipta kita. Dia tahu yang terbaik bagi hambaNya. Ujian yang Allah berikan, pundak kita sanggup memikulnya. Kewajiban yang Allah perintahkan, kita sanggup menjalankannya.


Untuk itu, sebenarnya kita bisa jalankan kewajiban-kewajiban lainnya. Seperti menutup aurat secara sempurna. Meninggalkan riba. Tidak berpacaran. Dll. Pastilah ini juga ada ujiannya masing-masing. 

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji?" (TQS. Ankabut: 2).


Dan kembali lagi bahwa kita pasti bisa melalui ujian-ujian itu. Asal kita berpegang teguh pada perintah Allah. Dan mengabaikan bisikan-bisikan yang menjauhkan kita dari ketaatan.


“Janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (TQS. Al-Baqoroh: 208). 


Dijaga baik-baik filter dan mesin pendongkrak dalam diri kita agar selalu ada dorongan untuk jalankan kewajiban dan meninggalkan keharaman. Perawatannya ya dengan selalu mengikuti kajian keislaman dan berada disekitar sahabat-sahabat yang taat.


“Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.” (TQS. Ali Imran: 114)


Untuk apa ini semua? Tak lain dan tak bukan ini adalah untuk diri kita sendiri. Sebagai bekal yang akan kita bawa dihari perhitungan kelak. Dan juga semoga dapat mengalirkan pahala yang banyak untuk orang tua kita, karna kita sudah menjadi anak yang sholeh.

Yakin kita pasti bisa.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!