Saturday, June 9, 2018

Stop Islamophobia


Oleh : Umi mujahid


Dalam pandangan rezim. Paham radikalisme kian menjadi momok yang menakutkan dan harus di waspadai, sehingga setiap elemen masyarakat yang nampak bersentuhan dengan pembelajaran islam layak di curigai   terpapar paham radikalisme. 

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme  Hamli mengatakan hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme. 

"PTN itu menurut saya sudah hampir kena semua (paham radikalisme), dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal-tipisnya bervariasi," kata Hamli dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).

BNPT membeberkan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) sudah disusupi paham radikal.

Dia menjelaskan pola penyebaran paham radikalisme yang berkembang di lingkungan lembaga pendidikan saat ini sudah berubah. Awalnya penyebaran paham tersebut dilakukan di lingkungan pesantren. Namun saat ini, kampus negeri maupun swasta menjadi sasaran baru dan empuk bagi penyebar radikalisme.

Tidak hanya sampai di situ BNPT pun  akhirnya  menyatakan jika  homeschoolling juga berpotensi menjadi persemaian  penyebaran  faham radikalisme sebagiamna di lansir Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui sulit mengawasi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi menyebar melalui sekolah informal, khususnya sekolahrumah atau homeschooling tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam satu keluarga.

Hal ini terkait anak-anak pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo yang merupakan korban indoktrinasi orang tuanya. Mereka tidak mendapat pendidikan formal dan dipaksa mengaku homeschooling.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar tak menampik homeschooling tunggal mungkin menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak.

 Seolah mengamini kondisi dentingnya penyebaran faham radikalisme. Said aqil Siradj  (KetumPBNu) menyarankan agar mentri agama merilis nama mubaligh yang di larang 

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menyarankan Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar nama penceramah (mubalig) yang dilarang, dan bukan merilis daftar nama penceramah yang direkomendasikan kepada kepada masyarakat.

"Sebenarnya yang dikeluarkan itu nama-nama yang dilarang, yang di-warning, jangan yang dibolehkan. Yang baik itu lebih dari 200, ada ribuan," ujar Said usai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim di Kantor PBNU, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/5).

Demikian berbahaya kah faham radikalisme? Apa sebenarnya faham radikalisme yang di maksud.?

Makna Radikalisme

Istilah radikal dan radikalisme berasal dari bahasa Latin “radix, radicis”. Menurut The Concise Oxford Dictionary (1987), berarti akar, sumber, atau asal mula. Kamus ilmiah popular karya M. Dahlan al Barry terbitan Arkola Surabaya menuliskan bahwa radikal sama dengan menyeluruh, besar-besaran, keras, kokoh, dan tajam.

Hampir sama dengan pengertian itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), radikal diartikan sebagai “secara menyeluruh”, “habis-habisan”, “amat keras menuntut perubahan”, dan “maju dalam berpikir atau bertindak” 

Dari dua sumber di atas kata radikal itu memiliki makna netral. Namun saat ini kata radikal berkonotasi negatif  sehingga kata radixs Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, cet. th. 1995, Balai Pustaka didefinisikan sebagai faham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. 

Makna radikal terakhir inilah yang di sematkan pada islam. Seolah ingin menunjukkan bahwa faham yang bersumber dari islam yang mengakar terhadap aqidah ini dapat menyebabkan pemeluknya melakukan tindak kekerasan bahkan menimbulkan teror. Tentu ini adalah tuduhan yang sangat keji. 

Islamophobia Akut

Miris, di negara berpenduduk  mayoritas muslim, justru rezim telah terjangkit Islamophobia akut. Setelah menuduh  ponpes sebagai awal penyebaran faham radikalsme. Menganggap rohis sebagai benih teroris, mengkriminalisasi ulama, mengkriminalisasi ormas dan anggotanya sampai menganggap homeschooling menjadi sarana penyebaran faham rafdikalisme. Semua ini menunjukkan dengan jelas bahwa rezim saat ini sedang mengalami islamophobia akut.

Ketakutan pada Islam ini berawal dari musuh-musuh Islam yang takut dengan kebangkitan umat islam. Takut jika kepentingan mereka atas kaum muslim tercerabut. Penguasaan mereka atas sumber daya alam yang dimiliki kaum muslim terhenti. Takut jika mereka kehilangan tanah jajahan mereka. 

Namun sayang Islamophobia kini merasuki sebagian kaum muslim. Padahal sejatinya yang harus di takuti dan diwaspadai bukan ajaran Islam namun sekulerisme dan hegemoni kapitalisme yang saat ini mencengkram negri-negri kaum muslim termasuk indonesia . ketika agama(islam) di jauhkan dari kehidupan kemudian mengambil hukum buatan manusia maka yang terjadi hawa nafsu yang menjadi penentu.  Halal menjadi haram. Haram menjadi halal. Salah menjadi benar dan sebaliknya. Mendakwahkan islam kaffah di larang tapi menyebarkan LGBT dilindungi dan lain sebagainya. 

Dengan bercokolnya kapitalisme di negri ini. Pelayanan terhadap masyarakat menjadi bisnis untung rugi. Kesehatan di asuransi, harga BBM terus mengarah menghilangkan subdsidi. Mahalnya bahan makanan pokok hingga tingginya angka kriminalitas yang tak bisa di atasi. 

 Islam Rahmatan Lil Alamiin

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bagaimana ketika Islam di terapkan secara sempurna dalam tatanan kehidupan sejak berdiri daulah islam di Madinah hingga kekhilafahan terakhir di Turki. Telah berhasil menciptakan kerukunan antar umat yang tinggal di madinah. Islam, yahudi, nasrani, majusi dan  ateis hidup rukun di bawah pemerintahan slam. Pesatnya Perkembangan ilmu penegetahuan, terciptanya kehidupan  tatanan sosial yang sehat, angka kriminalitas rendah. Bahkan kesejateraan bisa di rasakan oleh seluruh rakyat. 

 Khatimah

Peribahasa menyatakan lempar batu sembunyi tangan.  Begitulah kiranya keadaan saat ini. Yang menjadi pangkal kerusakan adalah sekulerisme dan kapitalisme namun yang di salahkan adalah Islam. Maka Islamophobia harus di lawan. Tunjukkan keburukan kapitalisme dan sampaikan kebenaran islam. Semoga segera terwujud kembali kejayaan islam dan  kemuliaan kaum muslimin.

Wallahu a'lam bishoab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!