Wednesday, June 6, 2018

Stop Islamophobia!


Oleh : Pita Nirmalasari (Mahasiswa)


Tak bisa dipungkiri fenomena menjauhi agama semakin hari semakin kita rasakan. Islamophobia (baca.anti Islam) juga mulai merebak akibat suntikan Isu terorisme menjadi vaksin yang gencar dipublikasikan. Vaksin terorisme menjadi penguat untuk semakin memojokkan islam terbukti dengan pernyataan nyeleneh Kemenag yang merilis 200 ulama rekomendasi sehingga memunculkan kontra di masyarakat. Lalu kecurigaan diperkuat terhadap gerakan-gerakan Islam di sekolah dan kampus. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli mengatakan hampir semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme.(CNN,25/5/18). Setelah para ustaz dan ulama dengan pesantren dan dakwahnya,kampus dengan mahasiswa dan dosennya,parpol dan ormas islam dengan aktivitasnya,sekolah dengan rohisnya,keluarga dengan kaum perempuan dan anak-anaknya kini homeschooling pun difitnah menjadi ladang semaian benih terorisme.


Kementrian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud) mengakui sulit mengawasi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi menyebar melalui sekolah informal,khususnya sekolah rumah atau homeschooling tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam satu keluarga.(CNN,19/5/18) Kajian-kajian di Masjid mulai diawasi lalu terbit perpu anti terorisme yang dinilai menunjukan tindakan pemerintah yang agresif sewenang-wenang terhadap dakwah Islam. Semua bukti tersebut menunjukkan mulai akutnya islamophobia di negeri ini. Tak cukup ditunjukan di negeri ini dunia saat ini juga tengah mengidap penyakit akut islamophobia apalagi Amerika Serikat (AS) yang telah mengamini perang yahudi dan Islam di Palestina dan UU anti-Muslim memberikan carte blance (kebebasan) untuk melakukan monsterisasi dan penganiayaan terhadap umat Islam di AS.

Islamphobia menjadi penyakit yang bahkan lebih mengerikan daripada HIV/Aids karena penyakit ini akan semakin menjauhkan umat Islam dengan Islamnya sendiri,lalu hidup dengan asas kapitalistik,liberal,sosialis yang jelas nyata kerusakannya.Islamophobia telah menutup pandangan bahwa problem dasar bangsa ini adalah paham sekulerisme dan hegemoni sistem kapitalisme bukan Islam. Ya Islamophobia harus dilawan dan dicegah agar penyakit ini tidak semakin meluas dan membahayakan umat Islam, yaitu dengan proses penyadaran umat untuk lebih semangat mempelajari Islam, lebih gencar dengan dakwah memahamkan islam kaffah yaitu islam yang dapat diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan sekaligus membongkar kerusakan dan bahaya sistem kapitalisme.




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!