Sunday, June 10, 2018

Silaturahmi Tanpa Menyakiti


Oleh : Asma Ridha


Jalur mudik tentu lagi padat-padatnya. Bagaimana tidak, idul fitri hanya menghitung hari saja. Jalanan macet dan ramai, kecelakaan pun menjadi kejadian yang sering terjadi. Belum lagi berbagai kejahatan yang lainnya, sepatutny bagi setiap para pemudik berhati-hati dan tidak melupan Allah SWT dalam setiap perjalannya. Berdoa dan berzikir tidaklah lupa dari adab melakukan safar.


Idul fitri dan silaturahmi adalah dua perkara yang selalu terkait. Namun terkadang kita sering abai terhadap adab-adab ketika bersilaturahmi kepada keluarga, kerabat dan tetangga. Dan karena menganggap sudah kenal, tak jarang nyelonong masuk hingga ke dapur tanpa berucap salam. Jika ini terus terjadi, apakah penghuni rumah akan nyaman? Konon lagi di kalangan perempuan yang harus menutup aurat. Tentu tamu seperti ini amat di sesali dan membuat spot jantung di kalangan kaum hawa.

.

.

Untuk itu agar bertamu di berkahi dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.Berikut adab sesuai tuntunan syariah yang harus dilakukan ketika seorang muslim mengunjungi saudaranya yang lain, baik di momen idul fitri maupun di waktu lainnya.

.

.


1/. Mintalah izin untuk masuk rumah (bertamu)dengan mengucapkan salam maksimal tiga kali. Jika tidak ada yang menjawab sebaiknya lekas kembali.


Firman Allah SWT:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ“


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat,” (QS. An-Nuur: 27).


Dari Kildah ibn al-Hambal radhiallahu’anhu, ia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamu’alaikum’, boleh aku masuk?’,” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadits Hasan).


2/.Ketuklah pintu rumah dengan cara yang baik dan tidak mengganggu.


Ketuklah pintu rumah dengan cara tanpa berlebihan, baik dalam suara maupun cara mengetuknya. Dalam salah satu hadits, diceritakan bahwa di masa Rasulullah SAW, para sahabat mengetuk pintu dengan kuku jari tangan.

.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu: “Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku,” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu).


3/.Posisi berdiri tidak menghadap pintu masuk, agar terjaga aurat penghuni rumah tidak terlihat oleh tamu tanpa sengaja. Sikap ini juga untuk menghormati pemilik rumah Ambillah posisi menghadap ke samping sambil mengucap salam. 


“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum,” (HR. Abu Dawud, shohih).


4/. Jangan mengintip-intip ke dalam rumah yang dikunjungi.


Terkadang kita berusaha mengintip ke dalam rumah ketika penasaran apa ada orang di dalam rumah. Padahal Rasulullah Saw sangat membenci sikap seperti ini karena tidak menghormati pemilik rumah.


“Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang untuk menusuk orang itu,” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)


4. Pulanglah jika kita disuruh pulang oleh tuan rumah yang dikunjungi.


Jika kita diminta pulang oleh pemilik rumah, maka kita harus segera mematuhinya tanpa merasa tersinggung karena hal tersebut adalah hak si pemilik rumah. Sebagaimana dalam firman Allah Swt:


“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. An-Nuur 28).

.

5/. Menjawab dengan nama jelas jika pemilik rumah bertanya “Siapa?”. Ketika pemilik rumah menanyakan nama kita, jawablah dengan nama kita secara jelas, jangan hanya “saya” atau “aku” saja.


Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)


6/. Jagalah waktu bertamu di saat orang lain siap menerima kita.


Artinya tidak di saat orang lain waktu beristirahat, kita datang bertamu. Ketika malam yang sudah larut, memaksakam diri bertamu tentu amat mengganggu tuan rumah dan bukanlah waktu yang tepat untuk berkunjung.


Demikian dalam segenap atiran Islam dalam hal bertamu pun ada adabnya ,tidak bisa seenaknya saja, dan menyelononh masuk serta mengucap salam hingga di dapur rumah yang di kunjungi. Tentu hal seperti ini akan membuat penghuni rumah tidak nyaman.

 Semoga dengan mengetahui dan mengikuti cara bertamu yang diajarkan Rasulullah SAW,,silaturahmi kita menjadi berkah dan bukan malah menimbulkan masalah apa lagi fitnah.


Wallahu A'lam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!