Friday, June 1, 2018

Renungan di Tengah Ramadan


Oleh : Sunarti


Alhamdulillah. Allah SWT masih memberikan waktu untuk kita bertemu di bulan yang penuh berkah. Bulan penuh ampunan, penuh obral pahala di dalamnya. 


Dalam sebulan penuh kaum muslimin diperintahkan untuk berpuasa. Selain menahan haus dan lapar, juga menahan segala nafsu dan amarah. Meraih pahala yang sebanyak-banyaknya melalui aktivitas wajib dan sunah.

Insyaallah, mayoritas muslim sudahlah menyadari akan hal ini.


Kadangkala ada yang memahaminya hanya sebagai sebuah aktivitas untuk menggugurkan kewajiban. Sehingga puasa dijalani alakadarnya. Menahan haus dan lapar saja. Dia masih suka bermaksiat, mengumbar hawa nafsu dan amarah. 

Sayang memang. 


Bagai menyeberang sungai yang dasarnya berisi permata. Dia berjalan begitu saja. Dan akan sampai di tepi sungai dengan basah dan kelelahan saja. 


Ada juga sebagian muslim yang melaksanakan ibadah puasa. Dia bisa menahan amarah dan hawa nafsu.

Dia jalani hari-hari hanya dengan menggugurkan hal-hal yang wajib. Sementara aktivitas yang sifatnya sunah tidak pernah dia laksanakan.

Yang seperti ini memang akan medapatkan pahala. Namun sayang sekali jika amalan-amalan sunah yang dihitung sejajar dengan pahala wajib, ditinggalkan. Dia bagai menyeberang sungai yang di dasarnya adalah permata. Dan dia mengambil beberapa permata yang ada di dasar sungai

Sedangkan kantong yang dibawanya masih cukup untuk diisi lebih banyak permata. Kesempatan yang seharusnya diisi dengan amalan wajub dan sunah untuk mendapatkan pahala yang melimpah. Hanya didapat sebagian saja. 


Berikutnya adalah yang melaksanakan puasa dengan totalitas. Kesadaran hubungan dia dengan Allah SWT sangat kuat. Sehingga kewajiban dia laksanakan drngan bersunggu-sungguh. Ditambah dengan amalan-amalan sunah. Menjaga haus dan lapar. Menahan diri dari amarah dan hawa nafsu.


Takut kepada Allah pada waktu tersembunyi maupun terang-terangan, benar-benar menjadi pengingat untuk menghindar dari maksiat.

Menjaga lisan dan tingkah laku. Menjaga amarah dan hawa nafsu. 


Bagai menyeberang sungai yang di bawahnya permata. Dan mengambil permata yang dia pijak di sungai. Diisi penuh kantong-kantong perbekalannya. 

Kelelahan memang luar biasa. Tapi permata yang dia angkut di pundaknya.


Di bulan Ramadan banyak sekali amal-amal yang diobral pahalanya. Sehingga akan sangat beruntung, ketika seseorang mendapatkan amalan-amalan wajib dan sunah. Meski lelah dan berat, insyaallah, pahala yang dia dapat akan berlipat. 


“Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan." (HR Muslim)


Waallahu alam bisawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!