Sunday, June 17, 2018

Ramadhan Adalah Madrasah Keimanan


Oleh : Asma Ridha


Ramadhan  berada di fase akhir, dan sungguh benar-benar akan berakhir hanya dalam hitungan detik, menit dan jam saja ia nya akan segera berlalu. Dan entah akan berjumpa di ramadhan mendatang. Maka sungguh ramadhan adalah madrasah keimanan. Yang menempa kita agar lebih baik menghadapi 11 bulan kedepan.


Dan satu hari lagi genap sudah 29 hari umat muslim menjalankan aktivitas berpuasa di bulan ramadhan. Adakah hikmah dari berpuasa akan kita peroleh? Apa yang sudah kita dapati dari sebulan ketaatan menjalankan puasa ini?


Allah Ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).


Sudah sangat di fahami bahwa ayat ini menunjukkan bahwa tujuan akhir menjalankan ibadah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa.


Puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya dan inilah pengertian takwa. 


Namun bersisa satu persoalan lagi. Sudahkah derajat takwa kita peroleh ? Maka hakikat berpuasa ramadhan selama sebulan sepatutnya menjadi madrasah keimanan kita, dan semoga hal-hal beikut adalah hasil yang bisa dipetik setelah menjalankan puasa sebulan lamanya.


 1/. Mulai beranjak jadi lebih baik


Jika ini sudah dirasakan, pertahankan dan terus memupuk perubahan dengan ilmu dan amal. Menyadari bahwa ingin berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dalah segala hal. Ramadhan mengajarkan kesabaran dan ketaatan serta berusaha meninggalkan berbagai macam maksiat.


Yang dulunya malas-malasan shalat 5 waktu, seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Demikian pula shalat berjama’ah bagi kaum laki-laki, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Yang dulunya enggan bersedekah, malas tilawah. Ramadhan telah mampu memberikan suasana berbeda. Dan sepatutnya di pertahankan sekalipun ramadhhan telah berlalu.


Demikian pula begitu banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ


“(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu  walaupun sedikit.” 

(HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 1228 mengatakan hadits ini shohih)


2/. Menyadari dan menjadikan dunia hanya kenikmatan semu belaka. 


Bukankah berpuasa bagi setiap muslim diperintahkan untuk meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman. Dan Itu semua dilakukan hanya karena Allah. Dalam hadits qudsi  Allah Ta’ala berfirman,


يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى 


“Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”.[HR. Muslim]


3/. Mampu mengendalikan jiwa.


Berpuasa akan mampu mendidik kita menjadi manusia yang mampu mengendalikan jiwanya. Terpenuhinya segala keinginan terkadang menjadikan futur dan melupakan Allah SWT. Berpuasa dengan menahan segala syahwat yang ada mengajarkan umat manusia bahwa tidak semua syahwat dan keinginan jiwa harus dipenuhi


4/. Menjadi manusia yang berusaha taat dalam segala hal akan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Tidak hanya dalam kehidupan pribadinya, namun juga dalam bermasyarakat dan bernegara.


Risih akan kehidupan sekulerisme yang mendominasi kehidupan saat ini dan bahkan berupaya agar hukum Allah SWT di terapkan totalitas dalam setiap sendi kehidupan.karena Allah SWT tegas telah berfirman:


وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ


Hukumilah mereka dengan hukum yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka… (TQS al-Maidah [5]: 49).


Inilah hikmah dari ketaatan selama menjalankan ibadah puasa ramadhan. Bukan ketaatan semu yang hanya taat pada bulan ramadhan saja. Namun ketaatan hakiki, hingga tidak sedikitpun rasa berat di hati menjalankan semua syariat-Nya.


Allah Ta’ala berfirman,


مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ


“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)


Ingatlah selalu nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ 


“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya.Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” 

(HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)


Ramadhan benar-benar akan berlalu, pilihan ada di tangan kita. Berpuasa seperti puasa ularkah? Setelah kulitnya berganti, tetap kembali seperti kulitnya semula. Atau puasa seperti puasanya ulat, yang bermetamorfosa menjadi kupu-kupu indah. 


اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku."


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!