Tuesday, June 5, 2018

Puasa Sehat Ibu Hamil dan Menyusui 


Oleh : Ummu Fathin


Puasa Ramadhan adalah salah satu wujud ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya. Namun bagaimana jika ketaatan tersebut terkendala. Seperti Ibu hamil dan menyusui, apalagi ini sudah memasuki sepuluh hari terakhir.  Ada beberapa pendapat ulama yang membolehkan berpuasa ataupun membayar fidyah.  Pun ada juga yang mutlak melarangnya. Hal ini didasarkan pada kondisi masing masing ibu dan janin atau bayi.


Jika bumil  khawatir akan dirinya, dan busui khawatir akan bayinya, maka boleh tak berpuasa. Dan mengganti di hari lain saat sudah siap berpuasa (pendapat mayoritas ulama) ataupun dengan membayar fidyah (pendapat Ibnu Abbas dan Ibnu Umar, namun diragukan karena dalam Mushannaf Abdur Razaq  no 7565, mengatakan mengqadha bukan membayar fidyah).


Namun jika kekhawatiran itu tak ada, maka tetap harus berpuasa. Dalilnya dari Anas bin Malik Radiallohu 'anhu bahwa Nabi memberi rukhsah kepada perempuan hamil yang khawatir akan dirinya dan perempuan menyusui yang khawatir akan anaknya untuk tak berpuasa. (HR Ibnu Majah no 1668; Mahmud Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam As Shiyam, hlm. 53).


Alhamdulillah tiga kali hamil dan menyusui tak sekalipun menyurutkan niat untuk berpuasa. Ibu sehat anak juga sehat. Bagi saya justru dengan tetap berpuasa akan mendekatkan anak kepada Rabbnya sekalipun masih di dalam kandungan. Karena ketika kita berpuasa hubungan dengan pencipta semakin intens, dan  pastinya  akan berdampak pula kepada janin/anak.


Beberapa yang harus dilakukan oleh bumil dan busui agar tetap sehat berpuasa adalah :

1) Niatkan puasa yang kuat karena Lillah. Yakinlah janin dan anak kita akan baik baik saja. Jangan jadikan anak sebagai alasan untuk tidak bertaqarub kepada Alloh.

2) Tetap  menjaga porsi makan tiga kali sehari. Waktu berbuka, sebelum tidur setelah sholat tarawih dan ketika sahur. Perhatikan asupan makanan dengan menyeimbangkan lauk yang mengandung protein, vitamin, serta makanan yang mengandung karbohidrat. 


Untuk saya pribadi selalu mengkonsumsi air nabez. Yaitu air rendaman kurma. Saya biasa memakai 7 butir kurma  bisa juga 5 yang penting ganjil, karena Alloh menyukai yang ganjil. Kurma tadi saya rendam dengan air matang  sebelum tidur. Setelah waktunya sahur, kurma  saya jus beserta air rendamannya. Untuk hasil maksimal bisa juga ditambah susu. Saya biasanya pakai susu frisian flag. Rasanya enak, anak-anak dan suami pun suka. Puasa jadi lancar jaya.


Satu lagi yang tak kalah penting dilakukan diakhir sahur adalah dengan meminum segelas air putih hangat. Fungsi dari meminum air putih hangat adalah untuk menggelontorkan sisa sisa minyak yang menempel pada dinding kerongkongan. Sisa minyak inilah yang menyebabkan rasa haus yang tak berkesudahan walaupun sudah bergelas  gelas minum air. Ingat minumnya diakhir ya.


Good luck. Selamat mencoba. Semoga puasa berkah, sehat ibu dan anak.




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!