Tuesday, June 12, 2018

Propaganda Radikalisme Membungkam Peran Politik Mahasiswa


Oleh : Dita Puspitasari, M.Pd


Kata radikal mungkin tak asing lagi di telinga kita. Yang tergambar dengan kata radikal itu pastilah sesuatu yang menyeramkan dan kejam. Apalagi sering sekali disandingkan dengan fundamentalis bahkan terorisme. Lalu, bagaimana jadinya jika mahasiswa dicap sebagai mahasiswa paham radikalisme?

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan menyatakan, sebanyak 39 persen mahasiswa di Indonesia sudah terpapar paham radikal. Ini disampaikan Budi saat mengisi ceramah umum di Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Sabtu (TRIBUNNEWS.COM,28/4/2018).


Dalam ceramah umum bertajuk Strategi Perguruan Tinggi untuk Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme tersebut ia mengungkap,  hasil penyidikan aksi teror semakin menegaskan kampus tempat tumbuh dan berkembang paham radikal yang kemudian menumbuhkan bibit teroris baru.


Mahasiswa sejatinya sepanjang sejarahnya mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara.  Yang disudutkanpun adalah para mahasiswa yang taat, berpikir kritis dan ideologis. Dan inilah yang diinginkan mereka melakulan pembunuhan karakter berupa penggambaran tentang radikalisme itu sendiri yang terlihat menyeramkan dan berhubungan drngan terosisme.


Banyak bukti bahwa terminologi radikalisme itu sendiri diarahkan kepada paham ideologis dan ide khilafah. Ditambah dengan meningkatnya kesadaran politik Islam di kalangan mahasiswa seakan telah menjadi ancaman bagi kelangsungan sistem sekuler kapitalis dan para penjaganya. 


Propaganda radikalisme ini justru malah membungkam aksi mahasiswa untuk melakukan perubahan. Apalagi paham ini disudutkan hanya pada mahasiswa yang ideologis dalam peran politiknya. Mereka yang meneriakkan islam seakan-akan menjadi sosok yang berbahaya dan cikal bakal teroris. 


Oleh karena itu, penting membangun kesadaran bahwa sistem sekuler kapitalis ini telah memproduksi berbagai krisis dan kerusakan dan justru sistem Islamlah solusi yang akan menyelamatkan umat dari kehancuran. Oleh karenanya, para mahasiswa tidak boleh gentar dengan berbagai propaganda dan ancaman yang menghadang. saatnya Mahasiswa memperjuangkan kebenaran.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!