Wednesday, June 20, 2018

Potret Buram Kemakmuran Rakyat


Oleh: Kartini


Hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan merupakan dambaan setiap orang. Segala kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan mudah adalah impian semua insan. Bagi mereka yang ekonominya berada di bagian bawah,tercukupi nya kebutuhan pokok sudah cukup untuk menyambung kehidupannya. Sayangnya,di tengah krisis yang melanda,impian impian tersebut sungguh sangat sulit untuk dijadikan sebuah kenyataan,dan tentunya hanya bisa jadi impian saja. Dan terlebih lagi,hal itu hanya bisa dirasakan oleh rakyat menengah ke bawah. 


Akan berbeda halnya dengan mereka yang serba berkecukupan,mau di landa krisis sekalipun,toh mereka bisa dengan mudahnya memenuhi semua kebutuhan mereka. Ini mengakibatkan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin semakin terbuka lebar. Orang kaya pun seakan tidak peduli terhadap sesamanya. Karena teracuninya dengan sikap individualisme,egoisme ,buah dari sistem kapitalisme. Maka akan wajar sekali jika banyak orang yang berkata" yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin". 


Padahal kebutuhan pokok merupakan hajat hidup orang banyak yang harus terpenuhi setiap harinya. Salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi adalah beras. Beras adalah makanan pokok penduduk Indonesia. Dan kebutuhan akan beras ini tiap tahunnya akan mengalami peningkatan seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. 


Indonesia dikenal sebagai negeri agraris,dimana kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani. Tentu tidak akan sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok yang satu ini. Apalagi tanah Indonesia ini kaya akan SDAnya. Tetapi untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduk nya,masih terbilang sulit. Kita masih bisa menyaksikan rakyat di Indonesia yang tidak bisa makan tiap harinya. Hanya bisa makan nasi aking( nasi sisa yang dijemur lalu diolah kembali menjadi nasi), makan tiwul,demi menopang kehidupannya. Boro boro buat beli beras,apalagi dengan harga beras yang kian melambung. Demi memenuhi kebutuhan pokok yang satu  ini,maka Bulog pun akan mengeluarkan beras sachetan untuk dinikmati satu keluarga dengan harga eceran berkisar 2500/ sachet. Bulog berharap programnya berhasil dan tidak ada lagi penduduk Indonesia yang tidak bisa makan tiap harinya. 


Jika kita hitung,ternyata beras sachetan jatuhnya akan lebih mahal ketimbang dengan beras yang kita beli perkilonya. Dampaknya,bukan solusi terbaik,malah akan menambah permasalahan yang lebih kompleks lagi. 

Kondisi itulah yang sekarang dirasakan oleh negeri Muslim yang menerapkan sistem kapitalisme yang dipaksakan atas mereka. Sistem Kapitalis ini tidak memberikan kesejahteraan sama sekali bagi warga negaranya. Yang ada hanya kesengsaraan yang dialami warga negaranya. Hubungan antara penguasa dan rakyatnya nya pun dinilai sebagai penjual dan pembeli. Apabila rakyat punya uang,sudah barang tentu akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena sistem ini berpandangan meraup keuntungan sebesar mungkin,dan tolok ukur nya dilihat dari seberapa besar manfaat yang dihasilkan.


Ketika berbicara terkait hubungan antara penguasa dan rakyatnya,Islam pun hadir dan memandang bahwa khalifah/ penguasa itu laksana junnah(perisai),yakni seperti as-sitr/pelindung(HR. al-Bukhari,Muslim,an-Nasa'i,aAbu Dawud dan Ahmad). Seorang penguasa dalam Islam akan memberikan kesejahteraan kepada setiap warga negara yang ada dalam kekuasaannya. Hal tersebut sudah terbukti ketika Islam diterapkan dalam sebuah institusi. Apa yang dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab r.a.sudah  cukup menjadi tauladan bagi kita semua,apalagi mereka yang hendak menjadi wakil umat. Betapa bergetar nya Umar(karena rasa takutnya kepada Allah SWT) ketika mengetahui salah seorang dari warganya tidak bisa makan pada saat itu,lalu Umar pun bergegas mengambil sekarung gandum dan diberikanlah kepada penduduknya. Dan hal tersebut dilakukan oleh tangannya sendiri. 


Tentu kita rindu sosok pemimpin yang betul betul memperhatikan rakyatnya,yang siap melindungi apabila rakyatnya ditimpa kemalangan hidup,sosok pemimpin yang lebih mengedepankan rasa takutnya hanya kepada Allah SWT saja,bukan kepada manusia lagi. 

Mendambakan pemimpin seperti di atas pada saat ini dimana sistem Islam diabaikan,tidak akan terwujud dengan mudah. Hanya dengan diterapkannya Islam dalam segala aspek kehidupan,sosok pemimpin seperti para sahabat akan mudah direalisasikan,rakyatnya pun akan hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan. 

Wallahu'alam.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!