Thursday, June 21, 2018

Piala Dunia Rusia Rasa Perang Suriah


Oleh : Vivin Indriani (Penulis, Member Komunitas Revowriter)


Turnamen sepak bola terbesar Piala Dunia(World Cup) kini telah digelar. Kesibukan merayakan lebaran pasca sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan telah berganti dengan euforia perhelatan turnamen sepak bola sejagat ini. Setidaknya ajang ini telah menyita perhatian media-media baik cetak maupun elektronik, termasuk juga media online dan media sosial.


Piala Dunia FIFA pertama kali diselenggarakan pada tahun 1930, ketika presiden FIFA Jules Rimet memutuskan untuk menggelar turnamen sepak bola internasional. Format turnamen ini diikuti oleh 32 tim dari berbagai negara yang lolos bersaing memperebutkan gelar juara di gelanggang olahraga di negara tuan rumah dalam waktu sekitar satu bulan; babak ini sering disebut dengan Final Piala Dunia. Sebelumnya ada tahap kualifikasi, diselenggarakan dalam waktu tiga tahun menjelang Piala Dunia, digelar untuk menentukan tim mana yang akan lolos ke turnamen, bersama dengan negara tuan rumah.


Di tahun 2018 perhelatan empat tahunan ini di gelar di Rusia. Pro dan kontra sejak awal penyelenggaraan telah terjadi di berbagai media. Yang paling mencolok adalah keikutsertaan Rusia sebagai bagian dari negara-negara yang ikut andil menciptakan peperangan dan kesengsaraan rakyat Suriah. Rusia sebagai pendukung penuh rezim Bashar al ashad dituding sebagai negara yang harus ikut bertanggungjawab atas kesengsaraan yang dialami oleh rakyat Suriah sejak 7 tahun silam hingga hari ini. Mulai dari kelaparan akibat blokade, kehilangan tempat tinggal akibat pemboman wilayah padat penduduk dan fasilitas publik bahkan hingga ribuan kematian akibat gempuran pasukan Basyar Assad sejak 2011 sampai hari ini. 


Maka tidak heran jika ada beberapa pihak yang menyebut piala dunia rusia ini sebagai Piala Dunia Rasa Perang Suriah. Sebab keikutsertaan Rusia dalam peperangan rezim Bashar Assad melawan rakyatnya sendiri sampai hari ini belum bisa dimintai pertanggungjawaban. Bahkan di dalam mahkamah dewan keamanan PBB sekalipun. Jutaan korban dari sipil diantaranya perempuan dan anak-anak tak berdosa terus berjatuhan. Namun suara dunia seolah terbungkam dengan penderitaan mereka. Gelombang pengungsian terus bertambah dari waktu ke waktu, menambah panjang daftar imigran gelap di negara-negara sekitar Suriah bahkan hingga ke Eropa akibat perang berkepanjangan.


Namun perhelatan empat tahunan yang berlangsung selama sebulan di Rusia ini seolah melupakan semuanya. Apalagi di Indonesia dimana mayoritas masyarakatnya adalah pecinta bola. Berbagai acara digelar untuk nonton bareng setiap sesi pertandingan. Bahkan tak tanggung-tanggung ada yang sengaja datang langsung ke Rusia sebagai penonton. Berbagai even acara untuk memeriahkan bisa dilihat di hampir sebagian besar fasilitas publik. Dan yang kadang tidak ketinggalan adalah ajang taruhan dalam tiap sesi pertandingan.


Tentu sebagai negri muslim terbesar, ini sesuatu yang sangat miris dan jauh dari apa yang diharapkan. Disaat ribuan saudara-saudaranya sesama muslim di Suriah mendapatkan teror bom oleh agresi militer Rusia dan rezim Bashar namun di sisi lain ummat islam di Indonesia sibuk memikirkan bagaimana cara bangun dini hari untuk tidak melewatkan jadwal piala dunia yang tayang di jam dini hari waktu Indonesia. 


Ini tentu bukan sekedar soal kemanusiaan. Bukan juga soal keprihatinan dimana negara yang nyata-nyata melancarkan serangan rudal barel dan bom kimia adalah sekaligus penyelenggara piala dunia. Namun ini soal ukhuwah islamiyyah yang seharusnya memunculkan pembelaan atas kesengsaraan rakyat Suriah akibat perang berkepanjangan. Rusia sebagai sekutu Bashar Assad seharusnya layak mendapatkan sanksi atas keterlibatan penggunaan persenjataan dan militernya di Suriah. Negri-negri Muslim hendaknya melakukan boikot atas penyelenggaraan piala dunia di Rusia. Atau bahkan membetalkan keikutsertaan negaranya di perhelatan tersebut sebagai bentuk solidaritas atas Suriah.


Namun tentu saja solidaritas dan keprihatinan saja tidak cukup. Sebab persoalan konflik Suriah adalah persoalan kendali kekuasaan yang tidak dimiliki oleh ummat Islam. Rezim Suriah dan Rusia sejatinya adalah negara yang sedang melakukan agresi militer kepada rakyat sipil yang di figurkan sebagai kelompok pemberontak dan oposisi di Suriah. Tentu menjadi satu hal yang tidak seimbang jika rakyat harus melawan negara. Maka seharusnya ada negara yang ikut menghentikan agresi negara ini. Negara lawan negara. Tentu saja negara-negara muslim yang ada saat ini tidak bisa diharapkan akan menggunakan kekuasaan yang Allah anugerahkan padanya untuk mengambil langkah konkrit menyelesaikan persoalan Suriah. Sebab kriteria negara kuat dan tidak terbelenggu kepentingan tidak akan pernah dimiliki oleh negara dengan mabda(ideologi) sekuler kapitalis sebagaimana kepemimpinan negri-negri muslim hari ini. Dimana Islam tidak menjadi satu-satunya pengatur urusan negara. Bahkan di beberapa negri, syariat Islam hanya terpinggirkan di ranah-ranah domestik. Mengurusi urusan pribadi seperti pernikahan, talak dan rujuk saja.


Berbeda halnya jika kepentingan Islam menjadi yang utama. Maka sabda Rasulullah akan menjadi penyelesai persoalan konflik-konflik ini, tidak hanya di Suriah, namun juga Palestina dan negri-negri muslim lainnya yang sedang tercabik-cabik oleh peperangan. Dari an-Nu’man bin Basyir dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:


مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.


“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.[Shahîh. HR al-Bukhâri (no. 6011), Muslim (no. 2586) dan Ahmad (IV/270), dari Sahabat an-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhu , lafazh ini milik Muslim].


Memang butuh perjuangan yang tidak sebentar. Sedang hari ini adalah masa-masa dimana kita yang hidup didalam kondisi tidak adanya satu negara pun yang mampu mengampu semua penyelesaian konflik di negri-negri muslim, tidak kemudian menjadikan kita terlepas dari kewajiban dan pertanggungan jawab di yaumil hisab nanti akan nasib saudara-saudara kita di luar sana. Sebagai pemilik ukhuwah islamiyyah, tentu ada andil kita baik sedikit maupun banyak yang harus kita kerjakan untuk membantu meringankan beban mereka. 


Rasulullah mengecam umat Islam yang tidak peduli nasib saudara seiman.


من لا يهتم بأمر المسلمين فليس منهم


“Barangsiapa yang tidak peduli urusan kaum Muslimin, Maka Dia bukan golonganku.” (Al-Hadits).


“Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi). 


Momen piala dunia sebenarnya bagian dsri aktivitas mubah. Dengan catatan tidak ada aktivitas haram yang menyertainya. Seperti misalnya menggunakan taruhan untuk menebak siapa pemenang pertandingan dan sebagainya yang termasuk keharaman. Namun dengan keterlibatan Rusia sebagai bagian dari pelaku konflik yang menyebabkan saudara-saudara kita di Suriah mengalami kesengsaraan maka selayaknyalah kita ikut prihatin. Sedikit banyak tentu hal itu sangat menyakitkan bagi muslim Suriah ketika momen kita berhura-hura merayakan kemenangan salah satu tim di piala dunia, namun pada saat yang sama saudara-saudara kita di Suriah tengah dibombardir oleh tentara-tentara Rusia. Sungguh tidak pantas bagi kita melakukannya. Setidaknya ada yang bisa kita lakukan semisal tidak ikut larut dalam even-even yang digelar. Memperbanyak berdoa dan melakukan aktivitas dakwah menyampaikan pentingnya syariat Islam yang akan memberikan perlindungan kepada negri islam manapun selama diterapkan sebagai bagian dari nilai-nilai kenegaraan.


Wallahu 'alam Bish Showab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!