Saturday, June 2, 2018

Pancasila-Ku S#RamadhanRaihTaqwa


Oleh AM. Ruslan


1 Juni, hari ini upacara peringatan lahirnya Pancasila serentak dilaksanakan di tiap instansi. Meski tanggal hari lahirnya tersebut tidak sedikit yang mempertanyakannya. Namun terlepas dari semua itu, ada yang menarik dengan PANCASILA.


Pancasila yang saya pelajari mulai dari sekolah dasar sampai kuliah hanya mengajarkan PERSATUAN.

Karena itu, tulisan pita yang ada dalam cengkraman garuda adalah BHINEKA TUNGGAL IKA. berbeda beda tapi tetap satu jua.


Hari ini kita temukan slogan "SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA"  begitu menggema di Nusantara, seakan slogan itu ingin menyatakan pada khalayak bahwa merekalah orang-orang pengamal PANCASILA SEJATI.


Menurut saya, slogan ini sangat berbau politis dan tidak menutup kemingkinan dapat mengundang konflik. Anda mungkin masih ingat kalimat yang dilontarkan oleh penguasa Prancis Raja Louis XIV, 


"L'ETAT C'EST MOI"

NEGARA adalah SAYA.


Saya tidak ingin menyatakan bahwa slogan SAYA PANCASILA sama seperti kalimat Raja Louis XIV. Hanya saja, fakta di lapangan telah menunjukan tanda-tanda yang mengarah pada makna yang dimaksud telah ada.


Pancasila sebagai PEMERSATU yang kita akui bersama, sekarang bergeser makna sebagai tameng untuk memukul lawan.


Yang tidak sepaham dengan keinginan dituduh ANTI PANCASILA, ANTI BHINEKA. Lalu menstempel diri dengan sebutan SAYA PANCASILA yang lain TIDAK.


Pencabutan badan hukum perkumpulan HTI dan penonaktifan salah satu guru besar di suatu universitas adalah contoh memalukan dari slogan tersebut.


Maka, muncul lah pertanyaan.

Terus posisi kebhinekaan itu dimana? Posisi Pancasila sebagai pemersatu dimana?


Jika kita mengakui keberagaman, lalu mengapa yang beda dituduh anti Pancasila?


Apakah Pancasila yang saya pelajari dulu berbeda dengan yang sekarang?


Entahlah..


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!