Tuesday, June 12, 2018

Orang - Orang Munafik


Oleh: Lathifah Musa


Di masa Rasulullah Saw, ada seorang pemuka suku Khazraj bernama Abdullah bin Ubay bin Salul. Ia masuk Islam karena suku Khazraj dan tokoh-tokohnya masuk Islam  menyambut  dan mendukung dakwah Rasulullah Saw. 


Namun Abdullah bin Ubay bin Salul sesungguhnya adalah gembong kemunafikan. Ia senang sekali merapat dan bersahabat dengan kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. Tiga Qabilah besar Yahudi di Madinah adalah Yahudi Bani Nadhir, Bani Qoinuqa dan Bani Quraizhah. Kelompok Yahudi besar ini telah mengadakan perjanjian dengan Rasulullah Saw sebagai Kepala negara Islam di Madinah. 


Sekalipun demikian kaum Yahudi ini senantiasa merongrong kestabilan negara, dengan intrik-intrik jahatnya yang direncanakan bersama Kafir Quraisy Makkah saat itu. Mereka berusaha menggerogoti kestabilan negara dengan selalu berbuat onar dan melemparkan isu serta desas desus untuk menghancurkan negara Islam. Kelak tiga kelompok Yahudi ini akan diperangi, diusir dan dieksekusi oleh Rasulullah Saw, atas nama Kepala negara Islam.


Kepada Yahudi musuh Islam inilah Abdullah bin Ubay bin Salul bersahabat dan selalu duduk bersama.

Inilah dia  orang-orang munafik, mereka gemar bermanis muka di hadapan kaum muslimin, namun sesungguhnya kebencian mereka sangat besar terhadap Islam. Mereka lebih dekat, bangga dan bersahabat dengan orang-orang kafir. 


Al Qur'an menjelaskan tentang kondisi mereka dalam Surat  Al Baqarah


Allah SWT berfirman:


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْأَاخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ


wa minan-naasi may yaquulu aamannaa billaahi wa bil-yaumil-aakhiri wa maa hum bimu`miniin


"Dan di antara manusia ada yang berkata, Kami beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 8


Allah SWT berfirman:


يُخٰدِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ


yukhoodi'uunalloha wallaziina aamanuu, wa maa yakhda'uuna illaaa anfusahum wa maa yasy'uruun


"Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 9)


Allah SWT berfirman:


فِى قُلُوبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا  ۖ  وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ


fii quluubihim marodhun fa zaadahumullohu marodhoo, wa lahum 'azaabun aliimum bimaa kaanuu yakzibuun


"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10)


Allah SWT berfirman:


وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ قَالُوٓا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ


wa izaa qiila lahum laa tufsiduu fil ardhi qooluuu innamaa nahnu mushlihuun


"Dan apabila dikatakan kepada mereka, Janganlah berbuat kerusakan di bumi! Mereka menjawab, Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 11)


Allah SWT berfirman:


أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُونَ


alaaa innahum humul-mufsiduuna wa laakil laa yasy'uruun


"Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 12)


Allah SWT berfirman:


وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا كَمَآ ءَامَنَ النَّاسُ قَالُوٓا أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ السُّفَهَآءُ  ۗ  أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَآءُ وَلٰكِنْ لَّا يَعْلَمُونَ


wa izaa qiila lahum aaminuu kamaaa aamanan-naasu qooluuu a nu`minu kamaaa aamanas-sufahaaa`, alaaa innahum humus-sufahaaa`u wa laakil laa ya'lamuun


"Dan apabila dikatakan kepada mereka, Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman! Mereka menjawab, Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman? Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 13)


Allah SWT berfirman:


وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلٰى شَيٰطِينِهِمْ قَالُوٓا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ


wa izaa laqullaziina aamanuu qooluuu aamannaa, wa izaa kholau ilaa syayaathiinihim qooluuu innaa ma'akum innamaa nahnu mustahzi`uun


"Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, Kami telah beriman. Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 14)


Allah SWT berfirman:


اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِى طُغْيٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ


Allohu yastahzi`u bihim wa yamudduhum fii thughyaanihim ya'mahuun


"Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 15)


Allah SWT berfirman:


أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰى فَمَا رَبِحَت تِّجٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ


ulaaa`ikallaziinasytarowudh-dholaalata bil-hudaa fa maa robihat tijaarotuhum wa maa kaanuu muhtadiin


"Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 16)


Adapun yang dimaksud orang-orang ini adalah orang munafik seperti Abdullah bin Ubay bin Salul. Sedangkan yang dimaksud dengan "syayaathiinihim" atau setan-setan mereka adalah kaum Yahudi.


Demikianlah Al Qur'an memberi pelajaran kepada kita kaum muslimin, hingga kita bisa melihat siapa sesungguhnya para pengkhianat yang saat ini sedang bercokol di dalam tubuh umat Islam. Wallahu a'lamu bish showab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!