Wednesday, June 6, 2018

Oh...Ramadhan...ya Ramadhan


Oleh : Renny Marito Harahap, S.Pd 


Marhaban...ya ramadhan kedatangan bulan ramadhan ini harus disambut dengan gembira. Alhamdulillah kita masih di pertemukan dengan tamu agung, yang di dalamnya penuh keberkahan, bulan penuh ampunan, bulan penuh kasih sayang yang malam-malam terakhirnya kita di bebaskan dari api neraka. Namun di sisi lain kondisi umat dari ramadhan ke ramadhan masih tetap sama belum beranjak dari keterpurukan. 

Bagaimana tidak, harga sejumlah komoditas salah satu pasar Inpres dan kota mengalami kenaikan. Diantaranya harga minyak goreng, telur, daging dan penyebabnya naiknya harga-harga komoditas tersebut adalah karena kecurangan, permainan harga komoditas oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan secara tidak wajar dan importasi komoditas secara ilegal. Respon pemerintah sangatlah tidak aktif dalam menangani hal tersebut, ini dapat kita lihat masih maraknya  aksi kecurangan dan masih banyak produk ilegal yang beredar di pasaran, jika di biarkan maka inflasi akan semakin tinggi mengakibatkan banyaknya pengangguran dan tingginya angka kriminalitas, lagi-lagi kondisi masyarakat yang memprihatinkan.

Inilah dampak dari sistem kapitalis yang menyengsarakan rakyat, hanya menguntungkan segelintir orang yang punya kuasa sehingga mengakibatkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin tercekik semakin menjerit. Terlebih kondisi umat islam yang jauh dari kemuliaan, identitas umat Islam mulai memudar, dan syariat Islam lambat laun mereka tinggalkan demi memenuhi hawa nafsunya, umat Islam zaman now semakin jauh dari Alqur an dan Assunnah termasuk masifnya upaya stigmatisasi terhadap umat Islam. 

Hal ini dilihat dari sejumlah kasus terorisme yang muncul akhir-akhir ini, mereka yang melakukan kegiatan ini adalah boleh disebut sel tidur yang bangun menjelang ramadhan dan menjelang lebaran “ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Jkt,Kompas.com) dalam konferensi pers di komplek mabes Polri, Jkt Minggu(13/05/2018) Selama bulan ramadhan juga tim tabungan polisi dan satuan pamong praja merazia sejumlah tempat hiburan. Ramadhan harus di maknai tidak hanya sekedar ibadah ritual saja tapi juga sebagai bulan perjuangan umat Islam diman pada bulan ramadhan perang Badar di menangkan oleh umat Islam dengan kemenangan yang gemilang, Allah berfirman dalam Qs:Ali Imran: 123 yang artinya  “sungguh  Allah telah menolong kamu dalam peperang Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang lemah...” Fathul Mekkah pun berhasil di takklukkan Rasulullah Saw bersama kaum muslimin. 

Ramadhan ini bukan hanya untuk menahan lapar, haus, dan menahan hawa nafsu saja namun untuk meraih derajat ketakwaan. Hanya orang-orang bertakwalah yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupannya sebagai wujud ketaatannya kepada Alloh SWT, Wallohu a’ lam. 




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!