Wednesday, June 6, 2018

Nasib Rakyat Semakin Merosot, Inilah Penyebabnya


Oleh : Siti Nuryanah, A.Md 


Tanggung jawab negara untuk mensejahterakan rakyatnya dan petani semakin jauh dari kenyataan, bagaimana tidak, saat ini pemerintah akan menambah impor beras sebanyak 500.000 ton, padahal ketersediaan beras yang dimiliki saat ini diperkirakan cukup untuk 6 bulan kedepan. 

Semakin tampak keberpihakan pemerintah kepada kapitalis dari pada kepada rakyat. Disaat rakyat tidak bisa membeli cabe, disuruh menanam sendiri. Disaat rakyat tidak mampu membeli daging, disuruh makan keong sawah dan disaat daya beli rakyat untuk membeli beras semakin menurun, pemerintah telah menyediakan beras sachet 200 gram seharga Rp. 2.500, yang bisa dikonsumsi dalam satu hari. 

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseno, satu sachet setara dengan tiga piring nasi. Padahal, rakyat tidak hanya makan beras saja, akan tetapi juga butuh pendamping nasi, sayur dan lauk pauknya. Jika kita hitung 1 orang Rp.2.500, maka jika anggota keluarga itu 4 orang akan menjadi 4 orang x Rp. 2.500,- = Rp. 10.000,- (800 gram).

Jadi misalnya seorang kepala keluarga mempunyai uang Rp. 50.000, dengan anggota keluarga sebanyak 4 orang, maka Rp. 50.000 itu bisa dibelanjakan beras sachet untuk lima hari. Padahal saat ini, harga beras kemasan 5 kg saja ada yang berharga Rp. 56.000, dan ini bisa dikonsumsi selama kurang lebih 2-3 minggu. 

Jadi, semakin tampak nyata kemerosotan daya beli masyarakat akan beras disebabkan kebijakan impor yang berpihak kepada para kapitalis. Pemerintah tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat, khususnya petani. 

Situasi ini berbeda dengan ketika khilafah diterapkan. Hukum Islam dijunjung tinggi dan diterapkan. Impor hanya dilakukan pada situasi yang mendesak dan dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan rakyat tanpa menggadaikan kebijakan negara.  Wallahua’lam bishshowab.






Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!