Tuesday, June 19, 2018

Menyandingkan Nama Dalam Barisan


Oleh: Ana Harisatul Islam


Belajar dari Umar bin khattab. Kisahnya amat meneguhkan langkah. Dialah Umar, seorang sahabat yang teguh imannya. Begitu bangganya Umar tatkala berhasil menyandingkan nama di barisan pemeluk Islam. Ia umumkan keislamannya pada orang-orang. “Aku Umar telah masuk Islam” kurang lebih seperti itu ucapan Umar menunjukkan keislamannya. 


Umar bin Khattab RA berkata kepada Nabi SAW, "Apakah kita tidak pada jalan yang benar meskipun jika kita mati atau hidup?" Nabi SAW mebenarkan pernyataan Umar RA tersebut. Kemudian Umar RA berkata, "Lantas mengapa kita bersembunyi dari mereka? Aku bersumpah demi Allah yang telah mengirimkan dengan kebenaran, kita harus pergi keluar dari sini (Darul Arqam)." Kemudian Umar RA mengatakan, "Kami keluar dengan Nabi SAW dalam dua baris, Hamzah RA menjadi pemimpin baris yang satu dan Umar yang lain. Jumlah  muslimin empat puluh orang. Kaum musyrikin Quraisy merasa gentar melihat unjuk kekuatan kaum Muslim ini. Dari sinilah Nabi SAW memberikan gelar kepada Umar dengan nama Al-Faruq, yaitu orang yang memisahkan antara yang haq (benar) dengan yang bathil (salah)."


Dialah Umar, ketika perjuangannya adalah meraih ridho Allah, maka tak ada sedikitpun rasa gentar yang menghalangi menyampaikan Islam. Kebenaran Islam tlah menghujam dalam dirinya. 


Kitapun perlu belajar dari keteguhan Umar. Keyakinannya terhadap Islam, mampu menggerakkan dirinya dalam perjuangan. Lalu, bagaimana dengan diri kita? Bukankah aturan Islam kinipun sedang dikesampingkan? Mengapa kita tidak seteguh keyakinan Umar? Bukankah Islamnya Umar dan Islam kita sama?


Berkata Abu Tsa’labah:

“Demi Allah, aku telah bertanya kepada Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam tentang ayat itu, maka beliau ‘alaihisshalaatu wasallam bersabda yang artinya:

“Beramar ma’ruf dan nahi mungkarlah kalian sehingga (sampai) kalian melihat kebakhilan sebagai perkara yang dita’ati, hawa nafsu sebagai perkara yang diikuti; dan dunia (kemewahan) sebagai perkara yang diagungkan (setiap orang mengatakan dirinya di atas agama Islam dengan dasar hawa nafsunya masing-masing, dan Islam bertentangan dengan apa yang mereka sandarkan padanya), setiap orang merasa ta’jub dengan akal pemikirannya masing-masing, maka peliharalah diri-diri kalian (tetaplah di atas diri-diri kalian) dan tinggalkanlah orang-orang awam karena sesungguhnya pada hari itu adalah hari yang penuh dengan kesabaran (hari dimana seseorang yang sabar menjalankan al haq dia akan mendapatkan pahala yang besar dan berlipat).

Seseorang yang bersabar pada hari itu seperti seseorang yang memegang sesuatu di atas bara api, seseorang yang beramal pada hari itu sama pahalanya dengan 50 orang yang beramal sepertinya.”

Seseorang bertanya kepada Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam yang artinya: “Ya Rasulullah, pahala 50 orang dari mereka?” Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam berkata: “Pahala 50 orang dari kalian (para Sahabat Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam)”

{HR.Abu Daud: 4341, At Tirmizi: 3058}


Sandingkanlah nama kita dalam barisan para peninggi kalimat-Nya. Mengembalikan terwujudnya kehidupan Islam di dunia. Berat? Itu pasti. Lelah? Apa lagi.  Karena yang sedang kita perjuangkan adalah terwujudnya Islam kaffah kembali. Bukan sekedar Islam yang diambil dari sebagian sisi. Teguhkan niat karena lillah, pintal tujuan tuk wujudkan Islam kaffah. Semoga Allah menyandingkan nama kita bersama pejuang-pejuang Islam di Surga.


#KompakNulis

#OPEyDay12

#Revowriter


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!