Tuesday, June 19, 2018

Menunggu Simbari Memantaskan Diri


Oleh : Enchy Tholiqul

(Member Wtiting Class With Has) 


Tentunya setiap akwat dan ikhwan menginginkan pasangan yang baik dan sholeh/ah. Baik yang sudah berpasang ataupun yang belum mendapatkan pasangannya.


Mengharap pasangan yang baik, sholeh/ah, dakwahnya bagus, penjagaan pandangannya terjaga, interaksi dengan lawan jenis dijaga, amalan-amalan ibadahnya dipelihara, santun, dan pokoke buanya kebaikan yang tersimpan. 


Tentunya itu ada konsekuesi dan tantangan untuk yang menginginkannya. Klw mw yang baik yah kita baik dulu, klw mw yang sholeh/ah yang kita juga harus sholeh/ah dulu. Ya pokonya Jodoh  adalah cerminan diri kita.


Ya bagaimana tidak itu sudah bagian dari janji Allah

Allah berfirman:


“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)


Itulah janji Allah yang sudah menetapkan kebaikan dan keburukan tergantung dari cara kita menata diri kita baik atau buruk. 


Untukmu para JOMBLO 


Jika belum juga datang seorang ikhwan melamar atas dirimu, makan jangan bersedih hati, belajarlah untuk lebih baik lagi dan memantaskan diri untuk dia yang lebih baik yang dipersiapkan Allah untuk kita. 


Allah sedang menguji kita menunggu tempat dan waktu yang tepat untuk kita dipertemukan. Jangan risau kalau-kalau sahabat kita sudah pada berdua dan situ masih sendiri. 


Ini sesuai pesanan. Ibarat kendaraan bermotor mereka pesan motor metic di sebuah dailer motor dan ternyata motor metic itu ada dan sesuai kringinan maka tentunya langsung dibelinya kan?. 

Beda dengan kamu yang pesan motor satria yang itu belum ada dan akan baru diproduksi maka kamu akan menunggu dalam jangka waktu yang itu belum jelas, dan itu sesuai dengan kehendakmu maka dengan senang hati kita akan menunggu sembari belajar motor coplen.


Itulah sedikit ilustrasinya dari jodoh. 

Kita terkadang terlalu memaksakan kehendak kita sehingga kita bela-belain memiliki yang belum hak milik kita

Contohnya PACARAN dimana Pacaran itu memaksa dan terlarang akhirnya jatuh dan menyalahi aturan.


Bisa dibayangin kan, kita ngotot bangat pengen menegndarai motor tapi nggak tau mengendarai motor. Sudah Dipastikan akan jatuh kan. 


Saudariku, inilah salah satu rahasia jodoh. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Maka jika hari ini engkau mengharapkan seorang suami yang baik, maka prasyarat yang harus kau penuhi adalah menjadikanmu sebagai perempuan yang baik. Jika engkau memimpikan jodoh yang shalih, maka prasyarat yang harus kau penuhi adalah mempersiapkan dirimu menjadi perempuan yang shalihah.


Lihatlah, perempuan sekualitas Hawa mendapatkan jodoh sekualitas Adam. Perempuan sekaliber Hajar mendapatkan jodoh sekaliber Ibrahim. Perempuan selevel Aisyah mendapatkan jodoh selevel Muhammad Rasulullah. Perempuan sehebat Fatimah mendapatkan jodoh sehebat Ali.


Jangan risau, saudariku. Jangan bersedih hati. Jika dirimu saat ini masih sendiri, insya Allah jodohmu tengah menanti. Jika engkau pernah batal saat ta’aruf, atau batal menjelang pernikahan, mungkin laki-laki itu bukan jodoh yang –meminjam istilah Sayyid Qutb- adil untukmu. La tahzan. Teruslah memperbaiki diri. Teruslah mentarbiyah diri. Ingatlah, laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Wallahu alam bissawab


#YukNgaji

#EnchyTholiqul

#0852-4496-7171

#WilayahBaubau

#WritingClassWithHas


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!