Monday, June 18, 2018

Memelihara Takwa Usai Ramadhan


Oleh: Minah, S.Pd.I

(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)


Ramadhan sudah berlalu, apakah keimanan kita usai ramadhan meningkat atau biasa-biasa saja? Bulan ramadhan kemarin masanya merengguk berbagai macam amalan sholeh, getol ibadah, puasa, zikir dan doa, taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), memperbanyak sedekah, amar ma’ruf nahi mungkar, semakin berakhlak baik, menutup aurat, semakin rajin mengkaji Islam, giat berdakwah dan amalan sholeh lainnya serta jauh dari perbuatan maksiat.


Dengan begitu, keimanan dan ketakwaannya kepada Allah semakin meningkat. Ketakwaan itulah yang merupakan buah manis dari puasa dibulan ramadhan. Jika takwa bisa ia raih, itu berarti ia telah mampu melaksanakan  puasa yang benar, jika tidak bisa berhasil melaksanakan ramadhan dengan benar, maka puasanya selama bulan ramadhan hanyalah sekadar hanya menahan lapar dan haus. “ (HR. Ahmad dan ad Darimi)


Buah manis ramadhan berupa takwa, ini harus dipelihara walau usai ramadhan. Karena takwa tidak hanya pada saat ramadhan, namun di luar ramadhanpun kita harus bertakwa. “Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun, kapanpun, dalam keadaan bagaimanapun…” (HR. At-Tirmidzi)



Bertakwa dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Berupaya untuk takut, tunduk dan taat kepada Allah SWT. 


Oleh karena itu, yuk pelihara takwa yang ada dalam diri kita dengan meningkatkan ketakwaan kita kapanpun dan dimanapun itu, berupaya untuk mendekatkan diri kita kepada Allah, ibadah ditingkatkan, membaca alquran, membaca dan memahaminya, berkata baik dan jujur, bersabar dalam kondisi apapun, banyak berdoa dan bersedekah, menutup menjalin silaturahmi dan memperbanyak amal sholeh lainnya serta menjauhi kemaksiatan. Semoga kita mampu memelihara ketakwaan kita agar terus meningkat. Aamiin.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!