Saturday, June 9, 2018

Memaknai Sukses Dalam Menuntut ilmu


Oleh : Afifah Habibah


Remaja Islam Hebat, gimana kabarnya? Sudah pada raportan kan? Gimana nilainya? Bagi yang kelas 6, 9 dan 12 sudah pada pengumuman kelulusan kan? Semoga kalian semua mendapatkan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan harapan. Bagi kamu yang mendapatkan hasil yang kurang memuaskan tidak usah kecewa, apapun hasilnya itu adalah yang terbaik buat kita. Bersyukur.


Remaja Islam Hebat, terkadang kita memaknai kesuksesan dalam menuntut ilmu hanya sebatas nilai akhir yang kita peroleh. Jika nilainya memuaskan kita  merasa sudah berhasil dalam menuntut ilmu.   Puas dan bangga.  Sementara bagi yang nilainya kurang memuaskan merasa gagal, malu bahkan stress. Wajar jika kita memaknai kesuksesan dalam menuntut ilmu hanya sebatas nilai akhir. Karena di alam kapitalis yang saat ini melingkupi kita, memang memaknai keberhasilan sebatas materi. Yaitu hal-hal yang sifatnya bisa diukur secara  kasat mata. Nah dalam menuntut ilmu, ukuran yang kasat mata adalah nilai akhir kita bukan? Maka wajar jika ukuran kesuksesan dalam menuntut ilmu hanya dilihat dari nilai akhir kita.


 Apakah hal ini bisa dijadikan sebagai satu-satunya parameter untuk mengukur  keberhasilan dalam menuntut ilmu? Sementara terkadang kita menjumpai orang-orang yang lulus dengan nilai yang memuaskan, tapi di masyarakat  melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat. Lalu apa sebenarnya ukuran keberhasilan dalam menuntut ilmu?


Sukses atau berhasil adalah ketika tujuan tercapai. Artinya dikatakan sukses dalam menuntut ilmu jika kita mampu merealisasikan tujuan dari menuntut ilmu tersebut. Lalu apa tujuan menuntut ilmu?


Ada banyak ayat didalam al Quran yang menunjukkan tentang tujuan menuntut ilmu diantaranya,  

pertama adalah menjadikan kita lebih taat dan takut kepada Allah SWT, hal ini terdapat dalam firman Allah QS. Fatiir 28 yang artinya:

 “sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambaNya adalah para ulama” (TQS. Fathir 28).


 Ibnu Katsir memaknai ayat ini: sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah para ulama (orang yang berilmu) yang mengetahui tentang Allah SWT. Karena sesungguhnya semakin sempurna pengetahuan seseorang tentang segala sesuatu yang ada didunia, semakin  bisa merasakan betapa Maha Besar Allah dan Maha Kuasa Allah. Semakin seseorang mengetahui kekuasaan Allah maka akan menjadikannya sadar bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Hal ini akan mendorong seseorang untuk lebih tunduk, takut dan taat kepada Allah.


Nah, Remaja Islam Hebat, sudahkah ilmu-ilmu yang kita kuasai  menjadikan kita lebih taat kepada Allah? Ataukah ilmu tersebut hanya berhenti sebatas teori –teori  di kepala kita tanpa ada pengaruhnya terhadap perbaikan diri kita?


Yang kedua menuntut ilmu bertujuan untuk diamalkan sehingga memberikan manfaat terhadap seluruh makhluk Allah. Hal ini sebagaimana perumpamaan yang dibuat oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits shahih,”perumpamaan apa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepadaku berupa petunjuk dan ilmu adalah seperti air hujan  yang jatuh ke bumi”(HR. Muslim no. 6093).


Sebagaimana air hujan yang turun membasahi bumi. Yang karenanya tumbuh berbagai tumbuhan yang bermanfaat bagi seluruh makhluk. Yang karenanya juga manusia dan binatang bisa minum, dan masih banyak lagi kegunaan air bagi kehidupan. Demikian juga seharusnya ilmu yaitu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Tentunya ilmu itu harus dikembangkan dan diamalkan. 


Nah, dari sini jelas bahwa tujuan menuntut ilmu bukan sekedar diukur dari nilai akhir. Tapi sudahkah ilmu yang kita miliki menjadikan diri kita menjadi individu yang lebih baik? Sudahkah ilmu yang kita miliki memberikan manfaat terhadap kehidupan di sekitar kita?


Jika demikian  berarti PR kita sebagai pelajar masih banyak ya… masih banyak yang belum kita tunaikan. So terus belajar, jangan cepat puas. Umat menunggu kiprah kita.. 






Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!