Monday, June 18, 2018

Melawan Islamophobia dengan Mengkaji Islam Kaffah


Oleh: Winda Yusmiati, S.Pd


Akhir-akhir ini isu Islamophobia di Indonesia kembali mencuat. Indonesia, negara yang berkependudukan mayoritas muslim terjangkit wabah Islamophobia. Lucu sebenarnya, orang muslim tapi takut Islam. Ibarat manusia hidup tapi takut bernafas.


Menanggapi permasalahan ketakutannya umat terhadap Islam (Islamophobia) akhir-akhir ini semakin sering didengar. Setelah para ustadz dan ulama dengan pesantren dan dakwahnya, kampus dengan mahasiswa dan dosennya, parpol dan ormas Islam dengan aktivisnya, sekolah dengan rohisnya, keluarga dengan kaum perempuan dan anak-anak nya, kini homeschooling pun difitnah jadi ladang semaian benih terorisme. Ini semacam menjadi bukti rezim saat ini tengah mengidap Islamophobia akut.


Direktur pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Hamli, menyebutkan bahwa hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme. Menurutnya, penyebaran paham radikalisme yang berkembang di lingkungan pendidikan saat ini sudah berubah pola. Hamli menambahkan, awalnya penyebaran paham tersebut dilakukan di lingkungan pesantren. Namun saat ini, kampus negeri maupun swasta menjadi sasaran empuk bagi penyebar paham radikalisme (Cnnindonesia.com, 25/05/2018).


Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui sulit mengawasi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi tersebar melalui jalur pendidikan informal, khususnya sekolah rumah atau Homeschooling tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam satu keluarga. 


Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar tak menampik homeschooling tunggal mungkin menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak. (https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180518184741-20-299392/pemerintah-sulit-awasi-radikalisme-lewat-homeschooling)


 Apa itu Islamphobia?


Islamophobia merupakan suatu sikap ketakutan terhadap semua hal yang berbau Islam. Istilah Islamophobia sebenarnya mulai ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Istilah ini dianut oleh sebagian besar orang di Barat, mereka  terus mengopinikan bahwa Islam itu berbahaya, kejam dan radikal ke berbagai dunia, termasuk negeri-negeri kaum Muslim sendiri.


Opini umum bahwa Islam adalah agama intoleran, diskriminatif, radikal dan penuh dengan kekerasan ini digelontorkan oleh barat sedemikian rupa agar masyarakat dunia tidak mengenal Islam apalagi memeluknya. Kebencian mereka akan Islam telah dibuktikan dengan usaha dan kerja keras sehingga membentuk sebuah tata dunia baru yang menjadikan Islam sebagai agama yang harus ditakuti, dijauhi, ditinggalkan, bahkan kalau perlu dilarang baik pengenaan atribut, pelaksanaan ibadahnya, dan yang paling penting adalah jangan sampai hukum Islam mewarnai negeri.


Genderang kebencian dikumandangkan untuk mempersempit gerak juang penyebaran opini Islam. Target dan sasarannya adalah kelompok-kelompok atau orang-orang yang masih tetap menggigit Islam dengan gerahamnya. Alasannya adalah dikhawatirkan kelompok-kelompok atau orang-orang tersebut mampu menyadarkan umat Islam yang selama ini tertidur pulas sehingga umat Islam memiliki sebuah kesatuan padu berfikir yang mengarah kepada kebangkitan universal.


 Melawan Islamphobia


Satu-satunya jalan melawan Islamophobia adalah dengan menguatkan dakwah Islam. Ummat Islam harus mengcounter balik semua opini barat terhadap Islam dan kaum muslimin. Ajaran Islam harus disampaikan secara menyeluruh tanpa menambah dan mengurangi sedikit pun. Selain itu, kita harus menyampaikan bahwa opini-opini buruk tentang Islam merupakan berita-berita bohong dan menyesatkan yang sengaja disampaikan oleh para penguasa negara kapitalisme dan pengekornya sebagai upaya melawan Islam. Mengikuti opini tersebut berarti mengikuti kaum kuffar dalam memerangi Islam.


Upaya tersebut harus senantiasa dilakukan hingga nampak secara nyata kebenaran Islam yang sesungguhnya dan kebatilan tuduhan orang-orang kafir. Hanya melalui amal dakwah dan amal shalih dalam kehidupan sehari-hari yang akan menghapuskan citra buruk Islam di mata umat manusia. Sesunguhnya Islam adalah agama yang mulia dan sesuai fitrah manusia. Umat Islam sendiri adalah umat termulia, sebagaimana firman-Nya :” Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (TQS. Ali-Imran : 110).


Oleh karena itu, mari kita bentengi diri agar tidak termakan oleh stigma negatif tentang Islam. Tanamkan dalam diri dengan aqidah dan pemahaman Islam yang kuat, agar tidak mudah digoyahkan dengan berbagai macam stigma negatif tehadap Islam. Tidak perlu takut untuk mengkaji Islam secara kaffah. Karena sesungguhnya Allah SWT, memerintahkan kita untuk berislam secara kaffah (totalitas, sempurna). Sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (TQS. Al-Baqarah: 208).


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!