Sunday, June 17, 2018

Melambungnya Angka Kemiskinan di Bumi Pertiwi


Oleh : Ummu Fathiya

Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana individu  tidak dapat menjangkau konsumsi yang sepadan dengan kebutuhan hidupnya. Hal ini bukan fenomena yang asing lagi baik bagi penglihatan maupun pendengaran kita. Bahkan setelah lebih dari 70 tahun merdeka, kemiskinan masih menjadi masalah pokok di tanah air ini.

Data kemiskinan Indonesia menyatakan sekitar 28 juta jiwa berada pada taraf miskin yang setara dengan jumlah penduduk Kamboja, Laos dan Singapura. Jika menggunakan garis kemiskinan yang lebih progresif, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 100 juta orang jiwa, setara dengan penduduk Thailand dan Malaysia (Sumber: Indonesia Development And Islamic Studies).

Sungguh memperihatinkan, negeri subur dan berlimpah, dengan pantai terpanjang di dunia, kekayaan alam laut terbesar dan terlengkap (jenis ikan dan tanaman laut), kekayaan tambang yang salah satunya Papua sebagai penyumbang tambang terbesar. Namun, rakyatnya masih banyak yang kesulitan hanya sekedar mencari makan, masih banyak warga miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pokonya. Masih banyak yang tinggal di jalanan, di kolong jembatan dan di emperan.

Sejatinya, kemiskinan adalah produk dari sistem kapitalisme, dimana para pemilik modal dominan menguasai kekayaan alam. Para kapital dengan rakusnya menguasai sumber daya alam, akibatnya terjadi ketimpangan, yang kaya semakin kaya,  sedangkan yang miskin semakin miskin. Kemudian dalam hal kemiskinan yang diakibatkan oleh tidak dapat teraksesnya kebutuhan,  bukanlah karena adanya kelangkaan barang tersebut. Namun, hal tersebut diakibatkan oleh distribusi kekayaan negara yang terjadi secara tidak tepat, sehingga terjadi ketidakmerataan akan terpenuhinya kebutuhan masyarakat.

Islam sebagai agama yang dianut sebagian besar penduduk Indonesia, memiliki tata kelola kekayaan dalam sebuah negara agar terjadi optimalisasi SDA dengan baik. Karena didalam Islam haram hukumnya individu menguasai kekayaan alam milik rakyat. Allah sudah memberikan seperangkat aturan,  hanya dengan menerapkan syariat islam dan kekayaan alam diatur dengan Islam niscaya kemakmuran yang akan diraih. Sejarah telah membuktikan, selama hampir 13 abad syariat islam diterapkan, kehidupan kaum muslimin dan non muslim hidup dalam kesejahteraan dan hidup damai berdampingan.

Wallahua’lam bish shawab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!