Friday, June 29, 2018

Medsos dan Perubahan Peradaban


Oleh: Sunarti


Perjalanan kemajuan teknologi layaknya air hujan yang sudah jatuh dan tidak bisa dibendung lagi. Salah satunya adalah telepon genggam, atau yang dikenal dengan _handphone_(HP). Pesona benda imut ini sudah merambah ranah generasi tua hingga anak-anak. Merayap dari kota hingga pelosok desa. Hampir setiap orang memiliki HP. Dan satu orang bisa saja memiliki beberapa HP.


Dengan banyaknya aplikasi HP,  semua bisa berinteraksi dari jarak jauh. Memang interaksi manusia atau hubungan sosial tidak berlangsung hanya di dunia nyata. Dengan bertatap muka di depan layar HP seseorang atau lebih, bisa saling berhubungan. Namun sayang, karena rasa enggan, sibuk atau berbagai alasan lain menbuat interaksi secara langsung menjadi pilihan terakhir. Yang dekat jadi tampak jauh dan yang jauh jadi tampak dekat.


Bagi sebagian orang dan sebagian yang lain akan berbeda cara pandang terhadap pemanfaatan HP. Ada yang memanfaatkan untuk komunikasi dengan keluarga, saudara dan teman. Ada yang memanfaatkannya untuk bisnis. Semua memandang punya kepentingan masing-masing dalam penggunaan HP. Inilah fenomena yang sudah lazim di tengah-tengah masyarakat. Kemajuan teknologi yang membawa sisi negatif dan positif.


Namun, tak jarang fasilitas HP justru digunakan untuk hal yang negatif. Misalkan bisnis pornografi, narkoba hingga prostitusi. Fenomena lain yang juga menyedihkan adalah, tidak sedikit kasus perselingkuhan, perceraian yang bermula dari HP. Ada juga perubahan tingkah laku sehari-hari yang berubah drastis. Akibat interaksi lebih banyak dengan HP dibanding dengan lingkungan sekitar. Pergaulan menjadi lebih dekat dengan HP dibanding  dengan orang-orang dan tetangga sekitar rumah. Hal ini perlahan namun pasti, akan mengalir pada muara pergaulan yang melulu di dunia maya. Tak ayal lagi apabila perhatian akan lebih terfokus pada teman di HP.


Era digital, begitu kata beken yang pantas disematkan. Menembus hingga individu yang tersembunyi sekalipun. Mengajaknya keluar pada kancah pergaulan luas di dunia maya. Merambah pada keinginan bertatap muka secara langsung. Keinginan yang secara naluri sebenarnya bisa dikendalikan. Namun kuatnya rayuan kalimat dalam layar HP lebih dominan. Maka muncullah budaya kumpul-kumpul dengan teman lama. Alhasil keperluan ini dianggap kegentingan yang harus dipenunuhi. Jadilah teman lebih dominan dibanding dengan keluarga (ayah, bunda anak, adik, kakak dll), bahkan tetangga. Miris.


Nampak sekali mudharat lebih sering ditemui. Meskipun tidak bisa dipungkiri yang bisa mengambil manfaat keberadaan HP juga tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, jika peradaban pergaulan secara _face to face_ tergeser dengan percakapan dalam layar HP. Sikap acuh tak acuh dengan orang-orang di lingkungan sekitar akan muncul. Bercanda lebih asyik di HP. Berkunjung ke sanak saudara akan lebih menyenangkan berkunjung pada teman lama. Bercengkerama dengan keluarga akan tersa hambar dibanding dengan bercanda bersama mantan di HP. Bahkan bertakziyah lebih mudah lewat pesan dibanding dengan melangkah ke rumah. Ucapan selamat pada saudara lebih berat daripada ucapan selamat pada kawan. Bersilaturahim dengan orang tua terasa enggan dibanding dengan teman-teman di dunia maya. Bangga berselfi ria dengan teman dibanding sungkem dengan ibu bapak dan sanak saudara. Nyaman memajang foto makanan di sosmed, daripada dengan tetangga. Ini potret buram efek kemajuan digital.


Tetaplah bijak menghadapi kecanggihan teknologi! Ambil sisi positif dalam pemakaian HP. Berdagang barang halal, berdakwah dan menjalin ukuwah. Hindari hubungan yang mengarah pada kemaksiatan. Adab dengan orang tua, adab dengan tetangga dan pergaulan dengan teman, tetaplah sesuai norma agama. Tetap  fokus pada aktifitas kita yang juga melibatkan aktifitas orang lain di sekitar. Utamakan menyelesaikan kewajiban di dunia nyata baik urusan pribadi maupun jamaah. Dengan berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Saling membantu secara langsung, tenaga pikiran dan materi. Untuk bisa meringankan beban saudara, tetangga dan teman. Bolehlah, lewat dunia maya, itu kalau memang kondisi terpaksa. Apabila berkesempatan bertemu secara langsung, mbantu secara langsung dan menjalin persaudaraan secara langsung ada baiknya gunakan kesempatan ini.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!