Monday, June 4, 2018

Mayoritas yang Dikucilkan, Ada apa ?


Oleh : Aditya Rahman

(Mahasiswa/Santri-UIN SGD/Ponpes Al-Ihsan)

 

Indonesia merupakan salah satu negara mayoritas muslim. Dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, sensus penduduk 2010. Di dapatkan bahwa dalam sensus agama, persentasi muslim di Indonesia sekitar 87.2% (207.2 juta ), kristen 6.9 % (16.5 juta), katolik 2.9 % (6.9 juta), hindu 1.7 % (4.0 juta), buddha 0.7 % (1.7 juta), konghucu 0.05 % (0.1 juta).

Dari data di atas terlihat bahwa orang yang menganut agama islam di Indonesia sekitar 87,2% atau 207,2 juta orang. Data yang menunjukan bahwa Indonesia adalah negeri mayoritas muslim. Dalam teori-teori sederhana atau dalam segi etika, mayoritas sudah sepatutnya memberikan contoh yang baik kepada minoritas dan sebaliknya minoritas menghormati kepada yang mayoritas. Konsep ini sudah dicontohkan oleh para pemimpin-pemimpin muslim seperti Umar Bin Khattab pada perjanjian pembebesan jerussalem. Berikut di bawah ini isi dari piagam tersebut :


Bismillahirrahmanirrahim.Ini adalah jaminan keamanan dari hamba Allah, Umar, amirul mukminin, kepada penduduk Jerusalem. Umar memberikan jaminan terhadap jiwa mereka, harta, gereja-gereja, salib-salib, orang-orang yang lemah, dan mereka tidak dipakasa meninggalkan agama mereka. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang merasa terancam dan diusir dari Jerusalem. Dan orang-orang Yahudi tidak akan tinggal bersama mereka di Jerusalem. (Ini adalah permintaan penduduk Jerusalem, karena penduduk Jerusalem sangat membenci orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi membunuhi tawanan Nasrani di wilayah Persia. Sampai ada riwayat yang menyebutkan, Umar menjamin tidak ada Yahudi yang lewat dan bermalam di Jerusalem).


Penduduk Jerusalem diwajibkan membayar pajak sebagaimana penduduk kota-kota lainnya, mereka juga harus mengeluarkan orang-orang Bizantium, dan para perampok. Orang-orang Jerusalem yang tetap ingin tinggal di wilayah Bizantium, mereka boleh membawa barang-barang dan salib-salib mereka. Mereka dijamin aman sampai mereka tiba di wilayah Bizantium. Setelah itu mereka pun masih diperbolehkan kembali lagi ke Jerusalem jika ingin berkumpul dengan keluarga mereka, namun mereka wajib membayar pajak sebagaimana penduduk lainnya.


Apabila mereka membayar pajak sesuai dengan kewajiban, maka persyaratan yang tercantum dalam surat ini adalah di bawah perjanjian Allah, Rasul-Nya, Khalifah, dan umat Islam. (Tarikh at-Thabari).

 

Piagam tersebut menjelaskan bahwa pemimpin Umar Bin Khattab yang saat itu akan membebaskan jerussalem dengan banyak pasukannya, memberikan nilai-nilai tentang kehidupan yang patut untuk dicontoh. Beliau sadar sebagai mayoritas yang akan menduduki tempat tersebut harus memberikan panutan yang dapat memberikan kedamaian bagi semua kalangan. Langkah ini tentunya atas dasar pendidikan yang diajarkan oleh Rosullallah SAW pada saat membuat piagam madinah. Jika anda cermati poin-poin intisari sama.

Coba teman-teman cermati dimanapun. Kapanpun. Siapapun. Biasanya mayoritas itu akan selalu memimpin, memberikan panutan, selalu terdepan. Begitu realitanya benarnya. Benar ? namun itu tidak terjadi di Indonesia baru-baru ini. Semenjak kejadian teroris yang terjadi di beberapa daerah, semua yang berkaitan dengan aksi teroris tersebut selalu dikaitkan dengan islam. Banyak atribut-atribut islam dikriminalisasi. Cadar, jenggot, pakaian syar’i, peci dan tampilan islamiah, bahkan yang lebih parahnya lagi kitab suci Al-qur’an pun ikut dikriminalisasi. Hal ini justru menjadi logika yang salah dan menjadi realitas yang salah karena mayoritas yang menjadi korban dan dikucilkan. 

Mari kita tinjau beberapa alasan-alasan logika mengapa muslim yang mayoritas dikucilkan. Alasan yang melatarbelangi aksi-aksi teroris yang terjadi selama ini adalah masalah jihad yang akan memberikan efek baik kepada agama islam. Islam akan dihormati dengan tinggakan itu. Islam akan menguasai dunia dengan nilai-nilainya yang agung. Islam akan memberikan kedamaian. Itu adalah alasan-alasan yang hendak ingin di syiarkan oleh para pelaku pengeboman. Apakah memang akan seperti itu ? sebenarnya anda dapat menjawabnya sendiri dengan mudah !

Pengeboman ! apakah memberikan efek baik bagi islam ? tidak. Justru citra buruk yang menerpa....

Pengeboman ! apakah menjadikan islam terhormat ? tidak. Justru banyak pemikiran-pemikiran yang tidak menghormati islam bahkan memusihi islam....

Pengeboman ! apakah itu salah satu nilai-nilai yang agung dalam islam ? Tidak. Islam menghargai setiap nyawa manusia dengan nilai-nilainya agung. Barang siapa yang membunuh tanpa alasan yang jelas maka mereka ibarat membunuh manusia seluruhnya (Q.S. 5 :32)

Pengeboman ! apakah memberikan kedamaian bagi dunia ? tidak. Dunia bahkan malah menjadi ricuh dan gusar... 

Logika-logika yang melandasi pengeboman tersebut sama sekali tidak masuk ke dalam kriteria yang seharusnya dilakukan oleh semua umat islam. Justru hasil yang didapatkan sebaliknya. Saat ini segala yang berhubungan dengan islam dicurigai bahkan dikriminalisasi. Ulama-ulama dihina. Kitab suci dilecehkan. Apakah seperti itu bentuk dari kecintaan terhadap islam ? segilanya-gilanya orang dia akan tetap tahu bahwa dia itu manusia. Sejahat-jahatnya singa dia tahu bahwa singa yang lain adalah bagian dari dirinya. Sejahat-jahatnya orang tua dia akan tetap tahu bahwa anaknya itu adalah bagian dari dirinya. Intinya dari itu semua mereka itu akan tetap menyayangi bagian daripada dirinya. Sekarang jawab pertanyaan ini, apakah pengeboman bentuk dari rasa sayang kepada islam ? yang nyaatanya timbal balik pengebobam itu citra islam menjadi dikucilkan ?

Jelas ini bukan merupakan bagian dari rasa kecintaan kepada islam yang seharusnya. Ketika kita mencintai maka seharunya sesuatu yang dicintai itu menjadi sesuatu yang berharga dalam aspek apapun. Jika anda mencintai islam maka bawa nama islam dengan sesuatu yang lebih baik...

Terus siapa dibalik semua kejadian ini ? soal itu anda dapat memperkirakannya sendiri. Siapa yang berkuasa dengan mudahnya mengadu domba kejadian ini. Yang jelad dan terpenting bahwa ini bukan ISLAM. Alasan-alasan logikanya sudah dijelas diatas.

Islam itu diturunkan oleh Allah SWT yang mengutus nabi Muhammad SAW untukmenyempurnakan ajaran agama sehingga memberikan kedamaian bagi seluruh makluk di muka bumi. Ingat ya seluruh makluk bukan hanya umat muslim. 

Keindahan nilai-nilai ini pula dirasakan oleh binatang-binatang dan pepohonan. Dalam keadaan yang tidak memiliki alasan, islam melarang keras untuk merusak segala fasilitas yang ada dimuka bumi walaupun saat itu situasinya sedang berperang. 


عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيْدٍ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رض بَعَثَ جُيُوْشًا اِلَى الشَّامِ، فَخَرَجَ يَمْشِى مَعَ يَزِيْدَ بْنِ اَبِى سُفْيَانَ، وَ كَانَ يَزِيْدُ اَمِيْرَ رَبِيْعٍ مِنْ تِلْكَ اْلاَرْبَاعِ، فَقَالَ: اِنِّى مُوْصِيْكَ بِعَشْرِ خِلاَلٍ: لاَ تَقْتُلُ امْرَأَةً وَ لاَ صَبِيًّا وَ لاَ كَبِيْرًا هَرِمًا، وَ لاَ تَقْطَعُ شَجَرًا مُثْمِرًا، وَ لاَ تُخَرِّبْ عَامِرًا، وَ لاَ تَعْقِرَنَّ شَاةً وَ لاَ بَعِيْرًا اِلاَّ لِمَأْكَلِهِ، وَ لاَ تَعْقِرَنَّ نَخْلاً، وَ لاَ تَحْرِقْهُ، وَ لاَ تَغْلُلْ، وَ لاَ تَخُبَّنَّ. مالك فى الموطأ فى نيل الاوطار


Dari Yahya bin Sa’id, sesungguhnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pernah mengutus tentara ke Syam, lalu beliau keluar sambil berjalan kaki bersama Yazid bin Abu Sufyan, sedang Yazid ketika itu adalah kepala seperempat dari (pasukan-pasukan) yang dibagi empat itu, Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya aku berwasiat kepadamu dengan sepuluh hal,   1. Jangan membunuh perempuan, 2. Jangan membunuh anak-anak, 3. Jangan membunuh orang tua yang sudah tak berdaya, 4. Jangan menebang pohon yang sedang berbuah, 5. Jangan merobohkan bangunan, 6. Jangan menyembelih kambing dan unta kecuali sekedar untuk dimakan, 7. Jangan merusak pohon kurma, 8. Jangan membakar pohon kurma, 9. Jangan berkhianat, 10. Jangan menjadi pengecut”. [HR. Malik dalam Mawaththa’, di dalam Nailul Authar]

Keindahan dari ajaran islam ini sangat kental. Bayangkan oleh anda ketika anda sedang berjuang hidup dan mati, islam masih memikirkan hal lain seperti tanaman dan binatang yang harus dijaga. Masih banyak lagi hukum-hukum lain yang serupa untuk melindungi fasilitas-fasilitas yang ada dimuka bumi.

Apakah sikap seorang muslim yang membunuh nyawa tidak bersalah ? tidak, bukan seperti itu. pengeboman itu bukan ISLAM. 

Allahu’alam 

Referensi : 

Read more http://kisahmuslim.com/3825-pembebasan-jerusalem-di-masa-umar-bin-khattab.html



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!