Monday, June 4, 2018

Manisnya Iman


Oleh: Minah, S.Pd.I


Saat ini, kita masih berada pada bulan ramadhan yang penuh berkah. Bulan dimana pahala dilipatgandakan dan dosa-dosa diampuni. Jika seorang hamba berpuasa dibulan ramadhan dilandasi dengan iman, taat beribadah kepada Allah, maka dosa-dosanya diampuni.


“Siapa saja yang shaum ramadhan dengan landasan iman dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT, Niscaya Dia mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Ahmad)


Iman adalah harta yang paling berharga. Dan merupakan pegangan hidup kita, kita beriman yakin akan keberadaan Allah, Allah Sang Pencipta kita, Allah lah yang menciptakan manusia, alam semesta beserta isinya. Dan Allah juga lah yang mengatur semuanya. Dan jika mereka benar-benar beriman, dia akan merasakan manisnya iman. Lantas, bagaimana agar kita bisa merasakan manisnya iman?


Dari Anas ra, sesungguhunya Nabi saw bersabda: “Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan RasulNnya lebih dari yang lainnya, orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka.” ( HR. Bukhari dan Muslim).


Keimanan kepada Allah akan dapat kita rasakan kenikmatannya jika memiliki syarat sesuai hadits di atas. Kenikmatan ibadah merupakan buah dari keimanan yang kuat didalam diri seorang hamba. Sehingga dia akan membuktikan dengan melaksanakan ibadah dan beramal sholeh. Maka dalam ibadah dan amal sholeh yang didasari iman dan muncul dari keimanan yang bisa melahirkan kenikmatan dan kelezatan serta kebahagiaan.


Makna manisnya iman adalah nikmatnya melaksanakan ketaatan kepada Allah, menanggung beban berat dan melaksanakan sesuatu yang diridhoi oleh Allah SWT dan RasulNya. Mengutamakan hal itu, diatas kenimatan dunia. 


Akan tetapi,  jika kita ingin mendapatkan manisnya iman, ini tidak mudah. Untuk mencapai manisnya iman butuh kesungguhan beramal sholeh dan bersabar dalam ketaatan kepada Allah.


Sungguh begitu berat rintangan dan tantangan orang yang beriman. Sebenarnya pilihan manisnya iman itu ada pada setiap diri seorang hamba. Pilihan dikembalikan kepada dirinya. Ingin mendapatkan manisnya iman atau tidak, hanya orang yang berimanlah yang akan diridhoi oleh Allah. Dan semoga kita termasuk hamba yang bisa mendapatkan manisnya iman. Sehingga kita mampu untuk taat kepada Allah. Dan senantiasa istiqomah dalam keimanan kepada Allah. Aamiin.


Yuk semakin giat menjalankan amalan di bulan Ramadhan. Semoga keimanan kita semakin bertambah di bulan ramadhan ini. sehingga kita bisa mendapatkan manisnya iman. Aamiin.


#RamadhanBersamaRevowriter

#InspirasiRamadhan

#JemariMenariMinah


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!