Saturday, June 9, 2018

Lagi - Lagi Barang Impor Mengandung Cacing, Apa Solusinya?


Oleh : Mira Sutami H. ( Pemerhati sosial dan generasi - Tulungagung )


Beberapa waktu lalu ditemukan cacing pada ikan kaleng jenis makarel hasil impor dari Cina. Kini giliran bawang  impor juga mengandung cacing nematoda. Lagi - lagi rakyat jadi korban Sistem Kapitalis. Bagaimana tidak, demi keuntungan pribadi segelintir orang maka kesehatan dan hak konsumen untuk memperoleh barang yang halal dan thayyib terabaikan.

 

Memang tak bisa dipungkiri dalam Sistem Kapitalis yang diterapkan di hampir seluruh penjuru bumi ini, selalu menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan pribadi. Termasuk kasus bawang putih hasil impor dari  Cina dan Taiwan ini. Lebih parah lagi, ada 300 ton bawang putih impor yang disita oleh pihak berwajib. 


Dalam kasus bawang putih mengandung cacing nematoda di Surabaya, Direktur PT. TSR dan TKS ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena sengaja memperdagangkan bawang putih impor yang tidak sesuai dengan prosedur. Karena label impor telah dibuang dan diganti dengan label layak konsumsi. Padahal menurut laboratorium bibit bawang putih yang mengandung cacing nematoda tersebut tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia dan membahayakan bila dikonsumsi oleh manusia. ( Viva. com) 

 

Kasus demi kasus barang impor yang tak layak konsumsi semakin marak. Belum lagi kasus - kasus produk dalam negeri yang juga tidak layak konsumsi karena mengandung bahan bahan yang membahayakan kesehatan. Pasti rakyatlah yang jadi korban demi kepentingan segelintir orang. Memang para pelaku perdagangan semacam ini bila tertangkap dan terbukti bersalah maka akan mendapat sanksi berupa hukuman penjara. Sayangnya sanksi tersebut tidak membuat jera para pelaku dan jumlah kasuspun makin bertambah banyak. Terbukti setelah keluar dari penjara mereka bayak yang mengulang hal yang sama. 


Sudah menjadi rahasia umum bila para pengusahan bisa bebas untuk memperjual belikan barang - barang yang tidak layak konsumsi dan membahayakan konsumennya bila dia memberikan upeti yang besar kepada pihak terkait. Maka dia akan bebas melakukan bisnis haramnya tersebut. Penguasa yang tertangkap biasanya yang tidak memberikan upeti kepada pihak - pihak yang terkait.  


Tidak hanya itu, para pebisnis juga sering kali menggunakan preman - preman bayaran yang memang ditugaskan untuk menutup mulut orang - orang agar tidak melaporkan bisnis haram mereka. Nah itulah beberapa sebab  mengapa kasus - kasus perdagangan yang merugikan konsumen tidak habis-habisnya dan semakin marak. Padahal, rakyat sebagai konsumen tentu berharap mereka bisa mengkonsumsi barang yang halal dan thayyib terlebih umat muslim. 


Itulah kelemahan dari Sistem Kapitalis Demokrasi yang saat ini diterapkan dan diagung - agungkan oleh sebagian besar umat muslim. Padahal jelas - jelas sistem tersebut tidak bisa memberikan solusi bagi seluruh permasalahan umat tetapi malah menambah masalah bagi umat. 


Umat memang membutuhkan solusi dari sistem yang diterapkan ini namun bukan solusi yang didapat tapi bertambah ruwet dan bertamah parah saja masalah umat. Lalu umat harus bagaimana agar masalah bisa terselesaikan dengan tuntas? Jawabannya tidak lain adalah dengan kembali kepada  aturan Allah diseluruh sendi kehidupan. Karena hanya lslamlah yang mampu untuk menyelesaikan masalah umat secara keseluruhan. Baik masalah ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya.


Contoh kecil penerapan hukum Allah dalam masalah perdagangan atau muamalah dalam lslam di antaranya semua pedagang diharapkan jujur terhadap barang dagangannya. Hal tersebut juga diawasi oleh qodhi hisbah yang selalu mengontrol barang dangangan termasuk barang yang keluar atau masuk ke wilayah negara lslam. Jadi tidak perlu menunggu kasus menumpuk. Tetapi bila pedagang atau pengusaha berbuat curang sekecil apapun segera ditindak dan akan segera di berikan sanksi sesuai dengan berat ringannya kesalahan yang dilakukan. Tentu saja sanksi itu akan membuat jera para pelaku dan orang yang melihat sanksi yang dijatuhkan. Dari sanalah pasti umat akan terlindungi dan merasa aman terhadap barang yang akan dikonsumsinya. Selain itu, pasti kejahatan kecurangan dalam muamalah dapat diminimalisir atau bahkan tidak ada sama sekali. Terlebih umat telah dibekali dengan akidah yang kuat jadi wajar jika segalanya akan berjalan sesuai dengan ketentuan Allah termasuk muamalah ini


ltu hanya contoh kecil apabila aturan Allah ( Syariat lslam ) diterapkan dalam kehidupan. Coba bayangkan bila syariat lslam diterapkan secara kaffah di seluruh sendi kehidupan. Pasti umat akan sejahtera dan tentu kejayaan akan didapat oleh umat. Karena Allahlah yang tahu kelemahan dan kelebihan manusia jadi pasti aturan dari Allah pasti terbaik untuk umatnya bila diterapkan secara kaffah. Jadi inilah saatnya umat kembali pada aturan Allah tanpa menunggu nanti dan tapi. Karena sesungguhnya semua untuk kepentingan kita dan juga umat ini sendiri. 



 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!