Wednesday, June 20, 2018

Kontradiksi Toleransi


Oleh : Azizah (Pengasuh Majelis Taklim Baiti Janati) 


Ramadan telah berlalu,bulan yang penuh berkah dan kemuliaan itu telah pergi. Namun seiring kepergiaannya, ada kegelisahan yang masih tersisa. Hal ini mungkin tak terpikirkan oleh kaum muslimin pada umumnya. Bisa jadi karena dianggap biasa atau juga bisa karena kurangnya pemahaman tentang hal ini.


Kegelisahan ini mungkin hanya bisa dijawab dengan terlebih dulu  memahami dan  mengkaji islam secara mendalam  dan menyeluruh. Sehingga dengan pemahaman yang seperti ini akan dapat menuntun sikap yang sebenarnya harus dilakukan.dimana pada beberapa waktu yang lalu di bulan ramadan, tepatnya hari jum'at  tanggal 1 Juni kemaren komunitas kerja bakti demi negeri menyelenggarakan buka puasa bersama di gereja Katedral , Jakarta Pusat. Acara buka puasa bersama di gereja Katedral ini dihadiri 200 peserta dari berbagai komunitas. Tema yang diusung dalam kegiatan buka puasa bersama ini adalah menguatkan toleransi, persaudaraan dan solidaritas  khususnya antar umat beragama(Metro.tempo.co 1/6/2018)


Dalam acara ini para tamu yang berasal dari beragam latar belakang dan agama disambut lagu dengan iringan piano gereja yang berlirik kebhinekaan dan perdamaian. Setelah berkeliling, para tamu kembali ke aula utama guna berbuka puasa bersama. Usai berbuka peserta muslim sholat di tempat yang sudah  disediakan untuk sholat. Katedral mengubah ruang rapatnya yang bernama St.petrus menjadi seprti mushalla.(CNN Indonesia 1/6/2018).


Solidaritas dan toleransi saat ini kerap diserukan   oleh para tokoh agama dan  beberapa  komunitas masyarakat khususnya setelah peristiwa peledakan gereja yang terjadi beberapa waktu yg lalu.


Akan tetapi 

Muncul pertanyaan, "Apakah harus dengan buka puasa bersama di gereja  untuk menguatkan solidaritas dan  toleransi?"


Peristiwa ini kemudian  mengingatkan kita terhadap firman Allah SWT yang berbunyi :


قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)


“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (qs alkafirun ,1-6)


Tentang asbabul nuzul (sebab turunnya) surah alkafirun ini ;

1. Abdurrazzaq meriwayatkan dari Wahab yang berkata, “Orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah, ‘Bersediakan engkau mengikuti agama kami setahun dan kami juga akan mengikuti agamu setahun?’ Allah lalu menurunkan ayat-ayat dalam surah ini secara keseluruhan.


2. ”Ibnul Mundzir meriwayatkan hal yang senada dari Ibnu Juraij.


3. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Said bin Mina yang berkata, “Suatu hari, Walid Ibnul Mughirah dan Al-‘Ash bin Wa’il, Al-Aswad Ibnul Muththalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah. Mereka lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, mari menyembah Tuhan yang kami sembah dan sebagai balasannya kami juga akan menyembah Tuhan yang engkau sembah. Selanjutnya, kami juga akan mengikutsertakan engkau dalam seluruh urusan kami.’Allah lalu menurunkan ayat ini.


Dari penjelasan tersebut nampak jelas bahwa dalam islam untuk  urusan aqidah dan ibadah, tidak ada kompromi. Namun disisi lain dalam islam pun tidak ada paksaan bagi umat beragama yang lain untuk masuk islam. Disinilah sebenarnya makna dari  toleransi beragama itu, yaitu menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama lain. 


Jadi alangkah  eloknya jika toleransi beragama ini diserukan tanpa harus masuk kedalam ranah privat keyakinan beragama dan ibadahnya umat lain.

Sehingga tidak terjadi kontradiksi dalam hal toleransi.


Bagi umat Islam sendiri hendaknya dapat menyikapi hal ini dengan bijak karena sudah jelas dan tegas dalam Islam tidak ada kompromi untuk beribadah.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!