Sunday, June 17, 2018

Kilau Tabarruj di Hari Raya


Oleh : Tri Silvia (Ummahat Peduli Umat) 

 

Gema takbir bertalu-talu, pertanda telah masuknya hari raya. Kebahagian kembali ke fitrah seakan jadi penebus tiga puluh hari Ramadan, tanpa makan dan minum.

Meriahnya mudik jadi pilihan tiap orang. Berkumpul dengan keluarga jadi dambaan. Membeli baju lebaran jadi kebanggaan. Ucapan hari raya pun bertebaran. Meriah.

.

Sedikit bisikan menelisik pemikiran. Akankah hari raya ini jadi ajang pamer kekayaan, kecantikan dan kepopuleran? Pertanyaan yang sepadan, mengingat banyak masyarakat yang berlomba-lomba membawa mudik mobil mewah, bawa oleh-oleh yang banyak untuk sanak keluarga, bawa uang kecil banyak untuk dibagi untuk anak-anak, belum lagi baju-baju indah untuk dipakai di hari raya.

.

Dandanan cantik bak bidadari menjadi keinginan dan impian semua wanita di hari raya. Iyakah? Yuk, dicek. Bagaimana Islam memandang ini?

Wajib hukumnya bagi seorang muslim atau muslimah mengikuti apa yang diajarkan dan disebutkan dalam Alquran dan Hadis. Adapun pengajaran yang diberikan meliputi segala hal, termasuk didalamnya terkait dengan penjagaan kehormatan seorang wanita. Salah satunya tentang tabarruj.

.

Apa itu tabarruj? Kata tabarruj terdapat dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 33, yang artinya :

“Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).

Di dalam tafsirnya, Ibnul Jauzi menyebutkan dua keterangan ulama tentang makna tabarruj pada ayat di atas.

.

Pertama, keterangan Abu ubaidah, “Tabarruj: wanita menampakkan kecantikannya (di depan lelaki yang bukan mahram)”.

.

Kedua, keterangan az-Zajjaj, “Tabarruj: menampakkan bagian yang indah (aurat) dan segala yang mengundang syahwat lelaki (bukan mahram)”. (Zadul Masir fi Ilmi at-Tafsir, 3/461).

Imam asy-Syaukani berkata, “At-Tabarruj adalah seorang wanita yang menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya, yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki”. (Fathul Qadiir karya asy- Syaukani).

.

Kesimpulannya bahwa tabarruj terjadi ketika seorang wanita muslimah memperlihatkan aurat dan kecantikannya kepada lelaki lain yang bukan mahrom. Sehingga tidak boleh hukumnya para wanita muslimah memakai pakaian ketat, transparan, atau menutup sebagian aurat namun membuka aurat lainnya, atau dandan berlebihan ketika keluar rumah. Semuanya termasuk tabarruj dan dilarang dalam syariat.

.

Islam sangat menjaga kehormatan seorang wanita. Islam memandang kecantikannya sebagai sesuatu yang mahal, yang tidak bisa dinikmati semua orang. Hanya suami dan keluarga dekat yang termasuk mahrom lah yang bisa melihatnya. 

Itu adalah dasar tidak diperkenankannya tabarruj. Adapun terkait dengan berhias, asalkan tidak berlebihan dan mengenal batasan, tentunya tidak mengapa.

.

Allah Ta’ala berfirman,

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.(QS. Al-A’raaf : 31).

Demikian tuntunan Allah dalam hal berhias diri. Jangan sampai meriahnya hari raya membuat kita lupa akan tujuan akhir ibadah Ramadan kita, TAKWA. 

Berkumpul dengan keluarga, bersilaturahim dengan sanak saudara, bermaaf-maafan dengan tetangga. Nikmati dengan balut ketakwaan. Jangan lupa untuk hindari tabarruj. 

Wallahu a'lam bis shawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!