Tuesday, June 19, 2018

Keutamaan Ber-Silahturahmi


Oleh : Aisyahtini Lubna Naimah (Member Akademi Menulis Kreatif) 


Pada idul fitri biasanya identik dengan baju baru, gamis baru, sendal baru, bahkan penampilan pun ada yang baru. Rata-rata ingin tampil beda dari hari biasanya. Padahal makna idul fitri taklah mengganti semuanya dengan yang baru. Dihari biasa kita bisa beli baju baru jika ada rezeki lebih. Salah satu yang tak kalah penting pada perayaan idul fitri yakni "silahturahmi". Makna Bahasa

Silaturahmi (shilah ar-rahim dibentuk dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah berasal dari washala-yashilu-wasl(an)wa shilat(an), artinya adalah hubungan. Adapun ar-rahim atau ar-rahm, jamaknya arhâm, yakni rahim atau kerabat. Asalnya dari ar-rahmah (kasih sayang); ia digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena orang-orang saling berkasih sayang, karena hubungan rahim atau kekerabatan itu. Di dalam al-Quran, kata al-arhâm terdapat dalam tujuh ayat, semuanya bermakna rahim atau kerabat.

Dengan demikian, secara bahasa shilah ar-rahim (silaturahmi) artinya adalah hubungan kekerabatan. Banyak nash syariat yang memuat kata atau yang berkaitan dengan shilah ar-rahim. Maknanya bersesuaian dengan makna bahasanya, yaitu hubungan kekerabatan. Syariat memerintahkan agar kita senantiasa menyambung dan menjaga hubungan kerabat (shilah ar-rahim). Sebaliknya, syariat melarang untuk memutuskan silaturahim. Abu Ayub al-Anshari menuturkan, “Pernah ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku perbuatan yang akan memasukkan aku ke dalam surga.” Lalu Rasulullah saw. menjawab:

«تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤَتِيْ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ»

Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi. (HR al-Bukhari). 

Hadist ini, meskipun menggunakan redaksi berita, maknanya adalah perintah. Pemberitahuan bahwa perbuatan itu akan mengantarkan pelakunya masuk surga, merupakan qarînah jâzim (indikasi yang tegas). Oleh karena itu hukum silahturahmi yaitu wajib. Bagi yang memutuskannya hukumnya haram. Beberapa keutamaan dari ber-silahturahmi diantaranya :

1. Menyambung silaturahmi adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT, serta petunjuk untuk hamba kepada Rabb-Nya supaya bertaqwa. Allah SWT berfirman :

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

“dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk” (QS. Ar-Ra’d :21)

2. Silaturahmi sebagai wujud keimanan, dan menjaganya adalah wujud ketaqwaan kepada Allah, seperti kata Nabi SAW;


dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

3. Beramal terhadap keluarga sendiri tak seperti sedekah kepada orang lain

Mengunjungi sanak saudara dan bersedekah yakni salah satu tindakan mulia dan memiliki faedah yang besar.Beramal kepada keluarga lebih diutamakan ketimbang beramal kepada orang lain dan dapat menghindari dari tindakan riya. Beramal kepada keluarga dan orang lain kemudian menceritakannya atau riya merupakan salah satu dari hal-hal yang menghapus amal ibadah sedekah hal yang demikian, الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ “

“Sedekah terhadap orang miskin yaitu sedekah dan kepada keluarga sendiri mendapatkan dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

4. Dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya

Orang yang suka mengunjungi sanak saudaranya serta menjalin silaturhami akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang berbunyi

” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “

“Barangsiapa yang bersuka cita diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung kekerabatan silaturahmi”

5. Penyebab Masuk surga dan dijauhkan dari neraka

Balasan orang yang menyambung tali silaturahmi merupakan didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana yang tertera dalam hadist berikut ini :

” تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ “

“Engkau menyembah Allah swt dan tak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan dalam satu riwayat:

” إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُهُ بِهِ دخَلَ َالْجَّنََّةَ “

“Sekiranya dia berpegang dengan apa yang Kuperintahkan kepadanya niscaya ia masuk surga.”



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!