Friday, June 8, 2018

Kenapa Aku Menulis?


Oleh: Nor Aliyah, S.Pd


Menulis tenyata bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Bahkan setiap orang dapat mempunyai kemampuan menulis jika mau. Untuk itu, haruslah menjadikan menulis sesuatu hal yang penting dan perlu untuk diupayakan.


Banyak yang merasa tidak bisa menulis. Kenapa tulis tak selesai-selesai. Bakhan banyak yang setelah mengikuti training pelatihan menulispun tak bangkit juga keinginan untuk menulis. Apa ilmu masih kurang? Atau materi yang dituliskan kurang jelas?


Ternyata terdapat beberapa hal yang memotivasi untuk melakukan sebuah perbuatan. Tergantung dari motivasinya apa sebesar itu pula daya dorong untuk melakukan perbuatan tersebut.


Pada dasarnya motivasi pada seseorang itu bisa berasal dari motivasi materi, motivasi moral ataupun motivasi spiritual (Ruhiyah).


Berdasarkan tingkatannya motivasi yang pertama mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan termasuk menulis adalah motivasi materi. Yaitu adanya dorongan akan mendapatkan atau memperoleh keuntungan lewat perbuatan yang dilakukannya. Misalnya dengan menulis bisa mendapatkan keuntungan materi, kekayaan dan sebagainya.  


Ini tentu bukan hal yang tercela. Tapi motivasi materi ini daya dorongnya termasuk yang terlemah dari dua motivasi lainnya. Karena apabila diketahui tidak akan mendapatkan materi atau keuntungan perbuatan tersebut  akan ditinggalkan.


Motivasi yang kedua, motivasi moral. Motivasi ini berupa dorongan dalam diri dari faktor adanya penghargaan dari masyarakat, peningkatan martabat diri atau keluarga dan sebagainya.  Motivasi ini lebih kuat daya dorongnya. Dan lebih kuat keinginan untuk tetap bertahan melakukan sesuatu yang dianggap baik untuk dilakukan.


Namun ada motivasi yang ketiga. Yaitu, motivasi Spiritual. Motivasi dari agama yang karena ingin melakukan sesuatu yang diyakini dan perintah oleh Sang Pencipta. Inilah motivasi yang paling dahsyat di antara semuanya. 


Firman Allah SWT:

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (TQS. Az-Zalzalah: 7-8). 


Manfaat menulis mungkin salah satunya bisa dikenal orang. Tapi itu tak seberapa dan tak berarti apa-apa. Sebagai seorang muslim, bila kita ingin melakukan suatu perbuatan mestinya kita menginginkan perbuatan itu lebih bermakna. Kita ingin berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik. Semata-mata untuk mendapatkan keridhaan dan balasan dari Allah SWT.


Waktu hidup kita di dunia terbatas, umur kita telah ditentukan ada batasnya. Tapi tulisan kita bisa bertahan lama dan memberikan kebaikan kepada setiap yang membacanya. Bahkan kepada orang-orang yang mungkin tak pernah bertatap muka dengan kita.


Yakin. Insya Allah kalau begitu rasanya ingin menulis dan menyampaikan kebaikan dan kebenaran Islam. Ingin menulis lebih banyak, dan lebih banyak lagi.[]


*) Pendidik tinggal di HSS, Kalsel. Anggota Komunitas Muslimah Banua Menulis


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!