Sunday, June 17, 2018

Kado Pahit Bikin Rakyat Menjerit

       

Oleh :  Renny Marito Harahap,S.Pd


Menjelang hari raya tiba sebagian orang ada yg riang gembira mendapatkan tunjangan hari raya, namun di satu sisi ada juga yang tersenyum dengan berat dan terpaksa karena mendapatkan kado pahit dari sang penguasa, entah yang ke berapa kalinya pemerintah menaikkan harga bbm, tarif dasar listrik, gas elpiji 3kg, kebutuhan yang harus d penuhi demi keberlangsungan aktifitas dalam kehidupan ini. 


Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi sinyal kenaikan harga Bbm dan elpiji pada 2019. Opsi ini harus dilakukan seiring lonjakan harga minyak mentah dunia dan mengurangi beban subsidi di Anggatan Pendapatan dan Belanja Negara(APBD) (Liputan 6.Com,Jakarta.) 

Mengapakah semua ini bisa terjadi???? 

Salah satu faktor penyebab kenaikan harga bbm adalah penggunaan 70% sumber migas yang banyak dikuasai asing diantaranya Total, British Petrolium, Conoco, Chevron, Exxon mobil. Indonesia tidak mengelola pemurnian minyak namun menjual minyak mentah dan membeli kembali minyak jadi dengan harga lebih mahal, terjadinya inflasi karena meningkatnya biaya produksi suatu  barang dan jasa sebagai imbas dari harga bahan bakar, dan selalu disertai dengan kenaikan harga-harga kebutuhan lain karena merupakan bahan baku utama bagi sektor industri.   


Indonesia adalah negara dengan julukan zamrud khatulistiwa yang kekayaannya melimpah ruah,  negara produsen minyak, yang memiliki sumur minyak dengan kandungan minyak mentahnya yang sangat besar. Oleh sebab itu seharusnya Indonesia menjadi negara yang kaya raya dengan kenaikan harga minyak di dunia. Jadi naiknya harga bbm sama sekali tidak terkait dengan subsidi tapi 100% disebabkan kegagalan pemerintah menasionalisasi sumber-sumber minyak dan penguasaan teknologi perminyakan.  


Kenaikan harga bbm dari berbagai faktor baik internal dan eksternal yang menekan perekonomian negara dan meroketnya hutang negara akibat peningkatan APBN yang harus di alokasikan untuk subsidi bbm. Inilah dampak dari sistem kapitalisme yang secara bebas menyerahkan pengelolaan sumber daya alam kita kepada swasta dan kepada asing, dan kebijakan pemerintah yang dilatarbelakangi oleh pesanan kaum kapitalis, kebijakan ekonomi pemerintah yang neoliberal sehingga menguntungkan para kapitalis serta mengorbankan kepentingan rakyat  yang menguntungkan para kapitalis dan selalu mengorbankan kepentingan rakyat serta berujung kepada kesengsaraan rakyat . 

Di dalam sebuah hadits bahwa"manusia berserikat pada 3hal yaitu air,rumput,api(energi)"(HR Abu Dawud) ketiga unsur  tersebut adalah kebutuhan pokok manusia untuk hidup maka haram hukumnya apabila dikelola oleh swasta apalagi negara asing. Dengan penerapan syariat islam saja yang dapat mengelola sumber daya alam dengan benar dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat dan kebahagiaan yang hakiki,Wallohu 'alam





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!