Friday, June 29, 2018

Jeritan Emak Sebab Melon Nonsubsidi



Oleh Fajrina Laeli (Mahasiswi Insan Pembangunan)


Lagi-lagi masyarakat dibuat pusing dengan harga BBM yang naik. Sejak Maret 2018, pemerintah telah mengubah skema penyaluran subsidi elpiji 3 kg. Subsidi akan disalurkan langsung kepada masyarakat tidak mampu lewat kartu khusus.


Tahun ini, keluar elpiji 3 kg tidak disubsidi. Masyarakat miskin tak perlu menanggung harga mahal karena bisa membayarnya dengan kartu subsidi untuk membeli melon bersubsidi. Sedangkan masyarakat yang tak memiliki kartu subsidi sebab tergolong mampu mesti gigit jari dan menjerit. Karena terhitung 1 Juli 2018, Pertamina mulai memasarkan elpiji 3 kg non subsidi teruntuk masyarakat golongan menengah ke atas.


Wah, sepertinya emak-emak harus siap berpusing ria mengatur uang belanja ya. Padahal dengan harga elpiji bersubsidi saja masih sulit untuk mengatur berbagai macam kebutuhan. Loh ini kok subsidinya harus dicabut segala?


Jadi, menurut Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang,  pemerintah memberikan subsidi terhadap Elpiji 3 kg dinilai tidak tepat sasaran dan rentan penyelewengan.


"Sekarang kita bicara keadilan. Seharusnya yang pakai elpiji 3 kg itu yang miskin, makanya kita harus mulai pembatasan," kata Bambang dalam Forum LPG Indonesia di Hotel Shangri La, Jakarta (wajibbaca.com, 08/01/2018).


Hm.. jadi gitu. Elpiji 3 kg hanya untuk orang miskin. Padahal kalau kita kaji ulang, bukankah negara seharusnya mensejahterakan rakyatnya? Ini kok rakyatnya malah dipaksa punya mental miskin ya temen-temen. Seolah-olah rakyat itu mengemis bantuan ke negara. Padahal seharusnya negaralah yang wajib memenuhi kebutuhan rakyat.


Secara dari elpiji nonsubsidi ini, pemerintah akan menghemat anggaran belanjanya. Kira-kira dari penghematan ini, apa saja yang akan dihasilkan untuk mayarakat?


Faktanya kebijakan meniadakan subsidi untuk elpiji ini bukan kebijakan yang efektif. Karena bagaimana membuka kemungkinan ada rakyat kurang mampu yang tidak mendapat kartu subsidi tersebut. Belum lagi timbulnya konflik di tengah masyarakat akibat dipicu kecemburuan sosial. Ditambah munculnya kecurangan oleh oknum-oknum nakal.


Sebab sebaik apa pun kebijakan buatan manusia pasti ada celah untuk manusia lain dalam berbuat kecurangan. Sebab dalam sistem kapitalisme, di mana semua orang hanya mementingkan keuntungan pribadi. Rentan terjadi kecurangan dan keculasan.


Maka tidak heran kalau kebijakan sebagus apapun akan tetap ada kecurangan. Sepertinya tagar #2019GantiPresiden harus diganti dengan tagar #2019GantiSistem nih temen-temen. Soalnya dari jaman ke jaman presiden kita terus-menerus berganti, tapi emak-emak masih aja pusing mikirin uang belanja dan uang sekolah.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!