Saturday, June 30, 2018

Islamophobia melanda kaum muslimin?


Oleh : Muthi’ah Winarti (Muballighoh, praktisi pendidikan)

Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminatif pada Islam damn muslim. Istilah ini sudah sejak tahun 1980 an, tetapi menjadi popular setelah peristiwa serangan 11 September 2001.  Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamophobia sebagai “ rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap muslim dengan  memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, social dan kemasyarakatan bangsa. (https://id.m.wikipwdia.org).

Pada era saat ini kita sering temukan, Islamophobia yang menjangkiti Amerika dan Eropa rupanya merambah ke tanah air dengan sangat halus nya bak debu.  Pandangan negative tentang Islam dan symbol-simbol Islam di negeri ini sangat terasa tetika muslimin yang membela agamanya dianggap fundamental.  Pun ormas Islam yang menyuarakan dakwah dianggap radikal. 

Misalnya yang terjadi baru-baru ini, menurut pakar sastra : Puisi Sukmawati merupakan bentuk Islamofobia.  Menurut Prof Sukron Kamil, Guru besar Sastra Bandung dan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta puisi yang ditulis Sukmawati tidak tepat apabila harus menyandingkan antara budaya nusantara dengan syariat Islam. 

“ada kecenderungan Islamofobia ketika dia membandingkan antara kidung Indonesia dengan azan.  Ini problematic secara antologi seni Islam atau kebudayaan Islam.  Itu Nampak sekali di dalam soal itu,” ujar Sukron kepada Repiblika.co.id, Selasa (3/4/2018).

Bahkan symbol-symbol Islam yang bertuliskan kalimat lla illaha illalloh, wanita muslimah yang menggunakan cadar, aksi terorisme selalu dilekatkan dengan Islam dan jihad, dan lain-lain.  Bahkan islamophobia juga menghadang dakwah Islam. Misalnya ditolaknya Ustad Abdul Somad saat menyampaikan ceramah di wilayah Provinsi Bali (Tribun-Timur.com),  ustadz Bachtiar Nasir dilarang ceramah dibeberapa kampus ungkapnya saat mengisi Tabligh Akbar di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta, Ahad (28/5) (Portal-Islam), pembatalan pengajian ustadz Felix Siauw di Malang (29/4/2017) (Detiknews, 1 Mei 2017). 

Rencana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, akan melarang  penggunaan cadar di kampus.  Sekitar 42 mahasiswi yang memakai cadar telah dikumpulkan dan diminta menvabut cadarnya.  Meski terakhir terpaksa menunda rencana tersebut akibat tekanan publik Muslim yang kuat.  

Mengapa Islamophobia? 

Mengapa Islamhopobia juga melanda di negeri-negeri kaum muslimin yang penduduknya mayoritas muslim? Tak sedikit pula sebutan anti NKRI disematkan kepada beberapa tokoh Islam.  Moordiningsih dalam artikelnya “Islamofobia dan Strategi Mengatasinya” (Buletin Psikologi, Desember 2004) menuturkan, segala kecemasan ataupun ketakutan akan Islam dan muslimin bermula dari pandangan tertutup dan lebih mendahulukan prasangka.  Beragam streotip negative muncul dam membuat banyak orang tak memandang Islam secara terbuka. Fenomena Islamofobia di Indonesia, lanjutnya, mirip dengan sejarah Rasulullah SAW ketika pertama kali datang mendakwahkan Islam.  Saat itu ketakutan kaum Quraisy karena mereka khawatir munculnya kekuatan baru yang akan berkuasa. Merekapun akhirnya menentang Rasulullah SAW dan menghalangi segala penyebaran agama Islam.  Saat itu muncul ketakutan di kalangan kaum Quraisy kaena mereka khawatir muncul kekuatan baru yang akan berkuasa,” tulis Moordiningsih. (muslimahdaily.com).

Pakar Sejarah dan penelitian INSIST, Dr Tiar Anwar Bachtiar menuturkan bahwa”Indonesia ini, semenjak kedatangan Belanda (kolonial), Belanda ini sudah menanamkan pemikiran ke masyarakat, bahwa Islam itu jahat, jelek dan buruk”.  Ia mengatakan bahwa Islamophobia disebarkan dengan tujuan men’demonisasi’ Islam agar masyarakat takut dengan ajaran Islam dan tak mendalaminya secara lebih serius.(usaha penciptaan nama buruk terhadap suatu komunitas yang dilakukan  secara massif (skala besar) dan sistematis, biasanya melalui media dengan teknik rekayasa citra)

Republika.co.id, Jakarta. Ustadz Adnin Armas menyebutkan bahwa indikasi islamophobia sudah muncul di Indonesia. Orang -orang ynag ingin berkontribusi dan mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah yang serupa. 

Apakah Islam adalah agama atau ideologi yang yang menakutkan?  Islam sangat menakutkan  hanya bagi para kelompok liberal (pengusung kebebasan) dan islamophobia.  Tetapi bagi kaum muslimin yang ingin menjalankan Dien yang Allah SWT turunkan untuk seluruh manusia adalah sebuah keharusan.  Karena bukti keimanan dan tauhid kita kepada Allah SWT pemilik jagat raya ini adalah wajib menerapkan semua Syari’at yang Allah peruntukkan untuk hambaNya yang beriman.  

Allah SWT berfirman : “Apabila dikatakan kepada mereka,”Marilah kalian( tunduk) pada hukum yang Allah telah turunkan dan pada  hukum Rasul”, niscaya kalian lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya agar tidak (mendekati) kalian (TQS. An-Nisa (4):61).

Bahkan tujuan dari keimanan seorang muslim adalah takwa.  Apa itu  takwa? Menurut Imam ath-Thabari, saat menafsirkan QS. A-lbaqarah [2]:2 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang terdahulu agar kalian bertakwa”.  Kata al-muttaqin, beliau antara lain mengutip pernyataan Imam al Hasan. “Mereka-kaum yang bertakwa, adalah yang takut atas apa saja yang telah Allah haramkankan atas mereka dan menuaikan apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka.”

Sesungguhnya yang mereka tuduhkan bahwa cadar, azan, Islam kaffah, jihad, sholat, khilafah semua adalah ajaran Islam.  Seorang muslim wajib menjalankan semua syari’at yang dibawa Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.  Seorang muslim wajib beriman kepada semua semua isi kandungan Al-Qur’an.  Apabila ia ingkar kepada satu saja ayat yang ada dalam Al-Qur’an maka sama saja ia ingkar kepada ayat-ayat yang lain. 

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT Yang Maha Benar dan Yang Maha Pembuat Aturan. Dalam praktiknya selama lebih dari 13 abad, Islam mampu mengayomi dan mensejahterakan rakyatnya, baik itu Muslim maupun Non Muslim dengan penerapan Islam Kaaffah.  Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim sangat ingin membuktikan keimanan kita kepada Allah SWT, keimananan kita kepada Rasulullah utusan Allah SWT yang membawa risalah Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang wajib kita terapkan di dunia ini.  Wallahu ‘alam bishowab. 











Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!