Saturday, June 23, 2018

InsyaAllah, Kembali Fitri


Oleh: Hasni Tagili


Tadinya tulisan ini mau saya kasih judul, "Pantaskah Kita Berhari Raya?" Tapi saya batalkan. Kesannya buruk sangkaan. Memetakan mana yang layak dan tidak untuk ikut lebaran 😜

 

Well, semua berhak menikmati berkahnya Idul Fitri. Berharap kembali suci. Meski harapan dan usaha jauh panggang dari api, tapi biarlah itu jadi urusan yang bersangkutan dengan Ilahi. Tak elok menjustifikasi.


Dalam hitungan jam, gegap gempita akan kedatangan hari raya bakal membahana di setiap penjuru wilayah. Suasana haru biru bergelayut dalam kalbu. Takbir menggema dimana-mana 😍


Ya, itulah manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa. Sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kemenangan yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan lamanya. 


Rasulullah SAW bersabda, ”Hiasilah hari raya kalian dengan takbir." (HR. Thabrani)


Tak terlupa, teriring ucapan selamat bagi mereka yang berhasil memaksimalkan ibadah Ramadhan. Sholat, puasa, zakat, dan tadarus sukses ditaklukan. Tak menyiakan waktu siang-malam guna menikmati kelezatan iman. Serta mencuci hati dari penyakit garang 😊


Sesungguhnya jika kita benar-benar ikhlas lillahi ta'ala menjalankan semua perintah-Nya, maka insyaAllah kita kembali kepada fitri. Kembali pada kesucian. Menjadi orang-orang yang menang. Takwa. Ibarat manusia, kembali dilahirkan dalam sosok bayi. Putih, bak kertas tak bernoda.


“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh)


Pun, ketika berlebaran, tetap jaga iman. Jangan silaturahmi sampai sholatnya bablas. Jangan asyik cerita yang mengandung was-was. Awas! 😎


Kan lebaran tidak harus membarukan baju, celana, tas, sepatu, hingga sandal (tapi kalau mau beli yang baru-baru juga gak apa😅). Yang terpenting, hati yang baru. Tinggalkan debu dosa di masa lalu. Buka lembaran baru dengan ibadah yang kontinyu.


Terlebih, usainya Ramadhan, bukan berarti ibadah ikut khatam. Istiqomahlah dalam kebaikan selama 11 bulan ke depan! Hingga tiba saatnya bertemu lagi dengan Ramadhan.


Jadi, mumpung masih ada sedikit waktu tersisa, maksimalkan untuk menjemput pahala. Sebab, "Sesungguhnya amalan itu (tergantung) pada penutupnya." (HR. Bukhari). Bumikan ibadah. Langitkan doa. Semoga kita bisa kembali pada fitri, insyaAllah! 😇


Ibnu Rajab berkata, "Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa waktunya kecuali sedikit, maka siapa saja yang sudah berbuat baik didalamnya hendaklah ia menyempurnakannya dan siapa saja yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menyudahinya dengan yang terbaik."


Akhirnya, izinkan saya beserta keluarga berucap, "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum (Semoga Allah menerima amalan saya dan amalan Anda, amalan puasa saya dan amalan puasa Anda)“. Aamiin.


Sambut Idul Fitri 1439 H

Mohon pengampunan!

Raih kemenangan! 

InsyaAllah, kembali fitri 😊


Note: Terima kasih untuk semua likers, sharers, copasers, dan commentators yang telah berpartisipasi dalam Cemilan Batin selama sebulan ini. Semoga menjadi jariyah. Jika ada usia, elok lagi berjumpa 😘


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!