Tuesday, June 5, 2018

Hijrahku Bukan Mimpi 


Oleh : Enchy Tholiqul

(Mahasiswa UM Buton) 



Bergelut dalam dunia dakwah kesana kemari bertemu kontakan, menuntut ilmu dalam majelis-majelis ilmu, ikut serta menyukseskan acara-acara Islami guna menginginkan perubahan. dengan berpakaian tertutup ini (jilbab dan kerudung)  seakan mimpi bagiku.


Berpakaian sampai berlapis-lapis hingga titik-titik keringan tak terasa sudah membasahi tubuh, namun semua terasa nyaman. Meski sebagian orang merasa ngeri ketika mata memandang padaq. Dan saat itu aku hanya melemparkan senyuman tulus 😊cieee


Kebiasaan yang dahulu kini sudah kutinggalkan dan diganti dengan kebiasaan yang sama sekali betolak belakang dengan duniaku dahulu. 


Bertemu dengan kawan baru,  mulai beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan di dalamnya, yang biasa kocak-kocakan kini berganti diam-diaman hhhhhh 😂 ganjil terasa sebab itu bukanlah diri kita. Kita dipaksakan dengan keadaan lingkungan yang harus berusaha ramah dan tidak berbuat kocak. 


Ya ini seperti mimpi dimana kerudung yang dulu ditanggalkan setiap pulang sekolah atau setelah sholat kini tak bisa lepas dari membungkus rambut dan jilbab/games yang itu hanya milik Ibu ku kini menjadi pakaian keseharianq ketika melakukan aktivitas di luar rumah, tambah kaos kaki yang sebelumnya dipakai saat olahraga kini melekat tanpa tapi dikakiku. 


Ya itulah perubahan drastis yang pertama kali ibu dan ayahq beserta kawan-kawan SMA q bertanya dan terheran-heran dengan perubahan itu seakan mereka bermimpi ketika melihatq. 


Pun mereka menjadi minder dan merasa berbeda, perasaan mereka ketika sebelum hijran dan sesudah hijrah ketika bersamaq hummmm

Ya iya, karna ibaratnya z sudah mengasolasi gerakku dengan lawan jenis, membuat sekat yang itu hanya bisa dilakukan ketika dalam hal yang diperbolehkan. Contohnya berinteraksi dalam hal pendidikan, jual-beli, kesehatan. Selain itu no! 


Rasanya seperti dipenjara. Apatah lagi kita berlawan arus dengan sistem sekarang yang memfasilitasi ruang (ikhtilat) campur baur antara laki-laki dan perempuan dan semua lini kehidupan. 


Wuaaaaah ujian 😅 dimana kita hidup dalam lingkungan yang luar biasa sekulernya. Innalillah ini berat kamu tak akan kuat selain harus belajar Islam secara kaffah. 😀


Namun setelah menjalani pilihan ini, aku pun mulai terbiasa dan menikmati aturan ini. Memang benar mantra hebits itu sangatlah mujarab, ya harus membiasakan!. 


Jadi untuk teman-teman yang belum berani hijrah karna tersekat dengan pemikiran liberal+sekuler-nya. Maka saya sarankan agar memaksakan kebaikan itu hingga menjadi hebits. karna kalau kita mau menunggu hati baik maka kamu akan tertinggal jauh kereta Islam.


Berubah menjadi baik itu bukan mimpi lagi untukku karna hanya orang tidur yang bermimpi. 

Kalau kau selalu tidur maka berubah menjadi baik itu adalah mimpi untuk mu

So jangan takut untuk bangun. Jangan takut untuk hijrah.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!