Monday, June 4, 2018

Duka Palestina, Kapan Berakhir?


Oleh: Yanyan Supiyanti A.Md (Pengajar di STP SD Khoiru Ummah Rancaekek dan Anggota Akademi Menulis Kreatif)


Konflik Palestina-Israel yang berkepanjangan dari tahun 1948, belum ada ujungnya. Penjahat perang merajalela di tanah Palestina, meskipun tindakan zionis Israel jelas-jelas melanggar hukum Internasional, tidak ada yang menghukum mereka atas tindakan yang dilakukan. Begitu banyak anak-anak dan perempuan mati, tapi semuanya diam. Semua yang sering menyuarakan HAM dan kemanuasiaan ada untuk eksistensi mereka. Ini adalah pelanggaran HAM terberat dimasa ini, dimasa dimana orang-orang menikmati kebebasan "HAM". Tanah dan kehidupan orang-orang Palestina sudah ditangan Israel. Apalah artinya lagi mereka hidup disana jika tidak atas dasar iman dan mengharapkan surga.


Media sedang ramai membahas ini. Razan Ashraf al-Najjar (21 tahun) relawan medis tewas ditembak oleh penembak jitu Israel, kemarin jum'at 1 Juni 2018.


Menurut sumber-sumber media Palestina, seperti diberitakan kantor berita Palestine al-Yamn dan dilansir Pres TV, sabtu (2/6), Razan Ashraf al-Najjar sedang menangani para demonstran Palestina yang terluka di timur Khan Yunis, yang berlokasi sekitar 25 kilometer sekitar kota Gaza. Dia sempat membalut luka seorang pria yang terluka akibat tabung gas air mata. Razan berada dijarak kurang dari 100 meter dari pagar pembatas perbatasan. Nahas, Razan terkena salah satu tembakan yang dilontarkan militer Israel ke arah demonstran Palestina. Perempuan berusia 21 tahun itupun luka parah dan langsung roboh ke tanah. Razan Ashraf al-Najjar merupakan sukarelawan Kementerian Kesehatan Gaza.


Video dan foto rekaman menit-menit terakhir menjelang ditembaknya Razan Ashraf al-Najjar oleh sniper Israel di perbatasan Gaza. Tampak Razan dan tim medis lainnya mengangkat kedua tangan mereka, yang menunjukkan bahwa mereka tidak bersenjata. Ditambah lagi mereka menggunakan seragam putih dan sarung tangan putih, tapi Israel yang memang teroris sejati tak menghiraukan mereka yang akan menolong para korban yang berjatuhan, pun tak menghiraukan hukum perang Internasional seperti pada Konvensi Jenewa dan hukum lainnya. Pengaturan mengenai perlindungan terhadap petugas kesehatan dalam medan perang dapat ditemui dalam pasal-pasal Konvensi Jenewa dan protokol tambahannya. Misalnya, sebagaimana diatur dalam pasal 11, pasal 24-27, pasal 36 dan pasal 37 Konvensi Jenewa, maka petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan, diantaranya mencakup: "Seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk pekerjaan medis (mencari, mengumpulkan, mengangkat, membuat diagnosa dan merawat orang yang cedera, sakit, korban kapal karam dan untuk mencegah penyakit). Mereka itu adalah dokter, perawat, juru rawat, pembawa usungan".


"...Tenaga medis dan ambulans dilarang untuk diserang dalam konflik maupun perang..."-Hukum Humaniter Internasional.


Israel telah jelas menginjak-injak Konvensi Jenewa 1949. Konvensi tersebut secara khusus melindungi orang yang tidak mengambil bagian dalam permusuhan (warga atau penduduk sipil, peke rja kesehatan dan pekerja bantuan kemanusiaan) dan mereka yang tidak lagi terlibat dalam permusuhan, seperti tentara yang terluka, sakit, dan kapalnya karam dan tawanan perang. 

Negara Israel telah ingkar janji dan khianat. Meskipun tindakan zionis Israel jelas-jelas melanggar hukum Internasional, tidak ada yang menghukum mereka atas tindakan yang dilakukannya.


Etika, Perintah dan Larangan dalam Perang Islam


Sekalipun dalam perang, Islam tetap mengajarkan etika mulia, diantaranya: 

1. Jangan membunuh wanita

2. Jangan membunuh bayi

3. Jangan membunuh anak kecil

4. Jangan membunuh orang tua

5. Jangan membunuh pendeta atau pemuka agama

6. Jangan membunuh pasien yang sakit

7. Jangan menyiksa

8. Jangan menghancurkan tempat ibadah

9. Bunuhlah hewan hanya untuk dimakan

10. Penuhi perjanjian

11. Jangan memaksa orang lain menjadi Muslim

12. Jangan memotong pohon

13. Jangan berlaku semena-mena terhadap yang sudah mati

14. Jangan hancurkan bangunan

15. Perlakukan tawanan dengan baik, beri ia makan

16. Jangan serang mereka yang sudah menyerah


Indahnya Islam bila diterapkan secara kaffah. Yang akan melindungi darah dan kehormatan kaum Muslim.


Wallaahu 'alam bishshawab[]


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!