Thursday, June 7, 2018

Demokrasi Harus Diganti


Oleh : Rindoe Arrayah


       Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi, baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. (Wikipedia)


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Demokrasi adalah suatu bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya; pemeintahan rakyat.


Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demokratia (kekuasaan rakyat), yang terbentuk dari demos (rakyat) dan kratos (kekuatan atau kekuasaan). Sehingga pengertian demokrasi secara sempit adalah pemerintahan rakyat atau pemerintahan yang rakyatnya memiliki peranan penting yang sangat menen tukan.


Aristoteles, demokrasi adalah suatu kebebasan, yang artinya kebebasan setiap warga negara dapat berbagi kekuasaan. Aristoteles mengutarakan bahwa setiap warga negara itu setara dalam jumlah, yaitu satu individu. Dal demokrasi tidak ada penilaian terhadap tingginya nilai individu tersebut, setiap warga negara sama.


Abraham Lincoln, demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.


Samuel Huntington, demokrasi ada jika setiap pemegang kekuasaan dalam suatu negara dipilih secara umum, adil dan jujur. Para peserta boleh bersaing secara bersih. Semua masyarakat memiliki hak setara dalam pemilihan.


Dari berbagai definisi dan pendapat beberapa ahli tentang demokrasi ternyata dalam pelaksanaanya tidak sesuai dengan berbagai pemaparan di atas.


Hingga saat ini, tidak pernah terbukti demokrasi bisa mengantarkan umat pada kebangkitan hakiki. Ketimpangan selalu terjadi manakala muncul suatu masalah yang tidak berkesesuaian dengan pihak penguasa beserta jajarannya.


Apalagi jika dilihat istilah demokrasi berasal dari bahasa asing yaitu bahasa Yunani yang tentunya sarat dengan kepentingan seseorang atau sekelompok orang agar bisa menyalurkan kepentingannya.


Demokrasi merupakan aturan kehidupan buatan manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan. 


Tentunya aturan kehidupan yang layak untuk diterapkan adalah aturan yang berasal dari Al Khaliq (Sang Pencipta), yaitu Allah Ta'ala dengan risalah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW berupa syari'at Islam yang terbukti telah mengantarkan umat Islam menuju kejayaan dan kesejahteraan selama kurun waktu 13 abad lamanya. 


Berbeda halnya dengan demokrasi yang dari sejak awal dibentuk hingga saat ini tidak pernah bisa mengantarkan umat manusia menuju kebangkitan. Mengapa bisa demikian? Karena asas yang melahirkan demokrasi adalah sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan), yang dilatarbelakangi konflik antar kalangan pro gereja dan filosof/cendekiawan, akhirnya muncullah prinsip jalan tengah, agama diakui namun dikebiri. Sedangkan Islam asasnya adalah aqidah Islam, yang kemunculannya tidak dilatarbelakangi kepentingan apapun, namun muncul berdasarkan wahyu dari Sang Khaliq yang Maha Mengetahui solusi terbaik berbagai problematika manusia, kini dan yang akan datang.


Dalam demokrasi, warga negaranya memiliki empat kebebasan, yaitu kebebasan beragama (berpindah-pindah agama), bebas berpendapat meski menghina Islam, bebas bertingkah laku asalkan tidak mengganggu orang lain, dan bebas untuk memiliki (mengeksploitasi) apapun juga selama memiliki modal. Dalam Islam warga negaranya tidak memilki kebebasan seperti dalam demokrasi, namun seluruh warga negara wajib terikat dengan syari'at Islam. Mereka tidak   boleh bertindak, berpendapat, kecuali setelah mengetahui hukum syara'nya. Adapun bagi warga negara non muslim, mereka dibiarkan menjalankan hukum sesuai agama masing-masing dalam bidang aqidah, nikah dan ibadahnya, termasuk makanan, minuman dan pakaian diperlakukan sesuai dengan agama mereka, sebatas apa yang diperbolehkan oleh hukum syara'. Namun, jika berkaitan dengan hukum muamalah dan uqubat (hukum-hukum publik) mereka terikat sebagaimana warga muslim.


Sungguh, telah nyata adanya berbagai kerusakan yang ditimbulkan karena penerapan demokrasi. Hanya Islam yang mampu memperbaiki itu semua dengan syari'at-Nya yang menenangkan dan menentramkan.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!